DIDUGA TENAGA KERJA DARI LUAR DESA! PELAKSANAAN REVITALISASI UPT SD NEGERI 137 GRESIK DISOROT WARGA SEKARPUTIH

Gresik -//Cakranusantara.online – Pelaksanaan program *Revitalisasi UPT SD Negeri 137 Gresik*, Desa Sekarputih, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik tahun 2026 menuai sorotan warga.

Warga menduga para pekerja yang dikerahkan dalam proyek tersebut *bukan berasal dari Desa Sekarputih*, melainkan didatangkan dari *Kedungsumber Barat*.

*Temuan di Lapangan*
Berdasarkan pantauan tim dan laporan warga, Jumat (25/09/2026), sebagian besar *kuli dan tukang* yang bekerja di lokasi proyek revitalisasi diketahui berdomisili di luar Desa Sekarputih.
> “Seharusnya ini kan padat karya untuk warga sekitar. Tapi yang kerja kok orang Kedungsumber Barat semua. Warga Sekarputih malah tidak dilibatkan,” keluh salah satu warga sekar putih.

Padahal salah satu tujuan program padat karya adalah untuk memberdayakan masyarakat desa setempat dan menggerakkan ekonomi warga sekitar sekolah.

*Tujuan Padat Karya Dipertanyakan*
Program Revitalisasi 2026 menekankan pada prinsip *pemberdayaan masyarakat lokal*. Jika tenaga kerja didatangkan dari luar desa, maka tujuan awal untuk meningkatkan pendapatan warga Sekarputih tidak tercapai.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah kepsek Kasun, S.Pd. SD terkait dasar penunjukan tenaga kerja tersebut.

*Upaya Konfirmasi*
Tim http://Cakranusantara.online telah berupaya mengkonfirmasi kepada:
1. *Kasun, S.Pd. SD Kepsek UPT SD Negeri 137 Gresik*
2. *Tim Pelaksana Kegiatan Revitalisasi*
3. *Kepala Desa Sekarputih*
4. *Dinas Pendidikan Kab. Gresik*

Pihak sekolah menyatakan akan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait mekanisme perekrutan tenaga kerja.

*Catatan Redaksi & Hak Jawab*
1. Berita ini disusun berdasarkan temuan lapangan dan aduan masyarakat.
2. Redaksi menjunjung *asas praduga tak bersalah*.
3. *Hak Jawab 1×24 Jam* dibuka untuk: Kepsek Kasun, S.Pd. SD UPT SD 137, Tim Pelaksana, Kades Sekarputih, dan Dinas Pendidikan Gresik. Redaksi siap memuat klarifikasi secara berimbang.

Warga berharap Dinas Pendidikan Gresik dapat melakukan monitoring agar pelaksanaan program revitalisasi benar-benar berpihak pada masyarakat sekitar dan sesuai dengan tujuan awal program pemerintah. (Bodeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *