Sakral dan Berbudaya: Pernikahan Gus Kosim dan Ustadzah Muhibbatul Hilmiyah Penuhi Nuansa Religi

 

Pasuruan  Media Cakra nusantara Online,

Selasa, 09 Desember 2025

Suasana khidmat menyelimuti kediaman Bapak Imamuddin (Abdul Latif) di Desa Sebalong, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, saat prosesi pernikahan Gus Kosim dan Ustadzah Muhibbatul Hilmiyah digelar. Acara ini tak sekadar menjadi momen penyatuan dua insan, tetapi juga menjadi perayaan nilai-nilai religius dan tradisi yang terjaga dari generasi ke generasi.

Akad Nikah dalam Nuansa Keagungan

Rangkaian acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh para kiai, menghadirkan atmosfer penuh ketenangan dan keberkahan. Prosesi ijab kabul dipimpin oleh pihak KUA, disertai doa bersama yang meneduhkan.

Khutbah nikah oleh Ustad Abdul Aziz menambah kedalaman makna, mengingatkan kembali tentang kesucian rumah tangga dalam pandangan Islam. Sambutan dari kedua belah pihak keluarga kemudian memberikan kehangatan tersendiri dalam acara yang penuh adab kepesantrenan tersebut.

Dua Alumni Sidogiri dalam Ikatan Suci

Gus Kosim, putra kedua dari Bapak Imamuddin—seorang guru sekaligus pembimbing di Yayasan Al-Hasani—dikenal sebagai pribadi yang meneladani ajaran pesantren.

Sementara itu, Ustadzah Muhibbatul Hilmiyah merupakan alumni Pondok Sidogiri yang memiliki latar keilmuan serupa. Pertemuan mereka dalam satu periode pendidikan kini berbuah menjadi ikatan pernikahan yang diharapkan membawa keberkahan dan kemaslahatan.

Kehadiran Para Tokoh Menambah Keistimewaan

Majelis guru, para pembina, santri, dan alumni Pondok Sidogiri turut hadir memberikan restu. Kehadiran tokoh masyarakat serta warga Desa Sebalong semakin meneguhkan suasana kebersamaan dan silaturahmi yang hangat.

Ungkapan Syukur Keluarga

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Sodikin selaku kakak pertama Gus Kosim menyampaikan rasa syukur yang mendalam.

> “Kami mengucapkan terima kasih kepada para kiai, tokoh masyarakat, dan seluruh tamu undangan yang berkenan hadir. Jika terdapat kekurangan dalam penyajian atau fasilitas, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Kami bahagia karena adik kami telah menunaikan sunnah Rasul, menempuh jalan keluarga yang diridai Allah. Semoga pernikahan ini membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan umat,” ujarnya.

Ikatan Sah yang Menghadirkan Harapan Baru

Dengan disaksikan keluarga besar kedua mempelai, para guru, dan tokoh masyarakat, maka sah sudah Gus Kosim dan Ustadzah Muhibbatul Hilmiyah menjalani kehidupan sebagai pasangan suami istri.

Momentum ini menjadi pengingat betapa pernikahan merupakan salah satu pilar penting dalam ajaran Islam, tempat bernaungnya ketenangan, cinta, dan kasih sayang.

 

Semoga keduanya diberi kekuatan untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.

(Kholik Cl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *