Dugaan Penipuan Pengurusan Rehabilitasi Pasien, Keluarga Pertanyakan Aliran Uang Puluhan Juta
MALANG -//Cakranusantara.online – Dugaan penipuan dengan modus pengurusan rehabilitasi pasien menjadi perhatian setelah keluarga sejumlah pasien mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Persoalan tersebut disebut bermula dari proses penjemputan pasien dari BNNK Malang menuju tempat rehabilitasi Ashefa pada Jumat malam, 18 September 2026.
Informasi yang dihimpun menyebut terdapat sejumlah pasien yang dikaitkan dengan persoalan tersebut, masing-masing berinisial Mt, Ht, dan Tt.
Salah seorang pasien berinisial Ht mempertanyakan keberadaan uang yang disebut telah dibawah oleh seseorang berinisial Rg. Menurut pengakuan Ht, selama menjalani proses rehabilitasi, dirinya tidak merasakan adanya pendampingan maupun pengurusan sebagaimana yang sebelumnya dijanjikan.
Ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp mengenai keberadaan uang tersebut, Rg disebut memberikan jawaban bahwa uang tersebut telah digunakan untuk keperluan hajatan.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari keluarga pasien mengenai dasar permintaan uang, penggunaan dana, serta pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas proses pengurusan rehabilitasi tersebut.
Nama “Abah” Ikut Disebut
Persoalan juga berkembang setelah muncul penyebutan sosok yang disebut dengan panggilan “Abah”, berinisial BD. Berdasarkan informasi dari sumber, BD disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan anggota Ditresnarkoba Polda Jatim Unit 3 Subdit 3.
Namun, informasi mengenai identitas, jabatan maupun dugaan keterkaitan BD tersebut belum terverifikasi secara independen. Karena itu, informasi tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai fakta tanpa adanya keterangan resmi dari pihak yang bersangkutan maupun institusi terkait.
Redaksi juga telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Rg melalui nomor WhatsApp 08225568xxxx. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan. Pesan yang dikirim disebut masih menunjukkan status centang satu.
Keluarga pasien berharap persoalan tersebut dapat segera mendapatkan penjelasan secara terbuka, khususnya mengenai asal-usul permintaan uang, jumlah dana yang diserahkan, penggunaan uang, serta pihak yang menerima dan mengelola dana tersebut.
Mereka juga meminta agar dugaan keterlibatan pihak lain, termasuk apabila ada pihak yang menggunakan nama lembaga rehabilitasi ataupun institusi aparat penegak hukum, dapat diperiksa sesuai ketentuan apabila memang terdapat bukti yang mendukung.
Jika terbukti ada pihak yang mengatasnamakan lembaga atau pejabat tertentu untuk memperoleh keuntungan pribadi, persoalan tersebut tentunya perlu ditindaklanjuti oleh pihak berwenang agar tidak menimbulkan korban lainnya.
Pihak Ashefa: Akan Dilakukan Pengecekan
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai nama-nama pasien yang disebut serta informasi mengenai biaya rehabilitasi yang mencapai puluhan juta rupiah, pihak Ashefa menyatakan akan melakukan pengecekan terlebih dahulu.
Pihak Ashefa mengatakan dirinya sedang berada di Jakarta sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai data pasien maupun biaya rehabilitasi tersebut.
«“Akan saya cek dulu ya, soalnya saat ini saya sedang berada di Jakarta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).»
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Rg maupun pihak lain yang disebut dalam informasi tersebut.
Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini.
