Pelantikan 34 RT dan 7 RW Karangketug Berlangsung Guyub, Camat: RT-RW Ujung Tombak Pemerintahan

KOTA PASURUAN – Pergantian kepengurusan Ketua RT dan Ketua RW di Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, berlangsung dalam suasana guyub dan rukun. Pengurus lama maupun pengurus baru disebut dapat menerima pergantian tersebut dengan legawa, tanpa adanya gesekan di tengah masyarakat.
Kegiatan pelantikan tersebut dilaksanakan di Kantor Kelurahan Karangketug pada 2 September 2026 dan dihadiri serta dipimpin oleh Camat Gadingrejo Dicky Yudho Asmoro, S.STP., M.M. Dalam kesempatan tersebut, terdapat 34 Ketua RT dan 7 Ketua RW di Kelurahan Karangketug yang menjadi bagian penting dalam pelayanan masyarakat di tingkat lingkungan.
Lurah Karangketug Mohammad Ghozali, S.H., menyampaikan bahwa proses pergantian kepengurusan RT dan RW berjalan dengan kondusif.
“Alhamdulillah, Pak RT dan Pak RW ada pergantian, yang lama maupun yang baru saling menerima dan legowo. Alhamdulillah guyub rukun di kelurahan kami,” ujar Mohammad Ghozali.
Menurutnya, keberadaan RT dan RW tidak hanya berkaitan dengan administrasi pemerintahan, tetapi juga memiliki peran penting dalam menyampaikan kondisi serta kebutuhan masyarakat kepada pemerintah kelurahan.
Ghozali berharap para Ketua RT dan RW yang baru dapat mendukung berbagai program pemerintah, terutama dalam menyampaikan usulan bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
“Harapan saya, RT dan RW mendukung program pemerintah, terutama pengusulan untuk warga yang tidak mampu. Bentuk-bentuk usulan itu dari RT dan RW. Kami dari kelurahan kemudian langsung turun ke lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Gadingrejo Dicky Yudho Asmoro, S.STP., M.M., menegaskan bahwa RT dan RW memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah dengan masyarakat.
“Harapan saya, harapan kami selaku Pemerintah Kota Pasuruan, dengan dilantiknya Ketua RT dan Ketua RW yang baru, nanti bisa membantu Pemerintah Kota Pasuruan untuk membantu sosialisasi dan membantu program kerja pemerintah, Pak Wali Kota secara umum,” ungkap Dicky.
Ia menilai RT dan RW merupakan ujung tombak pemerintahan karena berhadapan langsung dengan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Pak RT, Pak RW adalah perpanjangan tangan daripada Pak Wali Kota sebenarnya. Jadi tanpa mereka kita tidak bisa apa-apa. Makanya Pak RT, Pak RW sangat penting sekali di sini,” tegasnya.
Dicky berharap seluruh 34 Ketua RT dan 7 Ketua RW yang baru dapat menjalankan tugas dan kewenangannya dengan baik, sekaligus menjaga komunikasi serta sinergi dengan kelurahan dan kecamatan.
“Kami berharap RT dan RW yang baru bisa melaksanakan tugas dan kewenangannya dengan baik dan tanpa halangan yang berarti,” pungkasnya.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru tersebut, diharapkan sinergi antara RT, RW, kelurahan, dan kecamatan semakin kuat. RT dan RW juga diharapkan mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam memastikan program-program pembangunan dan pelayanan benar-benar menyentuh kebutuhan warga.
(Hr)
