Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Pembangunan Jalan Lingkungan Desa Puton Jadi Sorotan Warga

Jombang – Proyek pembangunan jalan lingkungan di Dusun Sanan Desa Puton Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang, kini menuai sorotan masyarakat.
Jalan yang baru selesai dikerjakan sekitar dua bulan lalu diduga dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai RAB. Tampak terlihat pori pori aspal terlihat lebar, hal ini mengakibatkan aspal mudah rusak.
Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Dalam papan proyek disebutkan volume pekerjaan 3 m x 137 m, dengan anggaran Rp 114.821.900 yang bersumber dari program Desa Mantra. Adapun pelaksana kegiatan tercatat adalah Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Puton.
Sejumlah warga yang ditemui di lokasi mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan yang dinilai asal-asalan.
“Sekitar dua bulan jalan ini dibangun mas. Pemadatan aspal terlihat kurang padat, di pinggirnya gampang rontok kalau diinjak,” ujar salah satu warga setempat, Rabu (2/9).
Warga juga mengatakan, “Kalau yang saya tahu seharusnya menghabiskan 8 rit tapi kenyataannya hanya 5 rit dam truk.” Ujarnya
Proyek pembangunan jalan hotmik yang bersumber dari anggaran negara sejatinya bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur dan memperlancar mobilitas warga desa.
Namun, jika pelaksanaannya tidak sesuai aturan, hal ini justru menimbulkan kekecewaan dan berpotensi mencoreng kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat
“Seharusnya setiap proyek pembangunan di desa dilakukan dengan terbuka, jujur, dan sesuai standar, agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat apalagi TPK disini cuma jadi nama saja soalnya yang mengerjakan itu pak Kasipem Saifudin” Ujar warga
Untuk memastikan kebenaran kabar tersebut, awak media mencoba mendatangi Kantor Desa Puton guna meminta konfirmasi dari Kepala Desa. Namun, saat dikunjungi pada Rabu (2/9), kepala desa tidak berada di tempat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa belum berhasil dikonfirmasi secara resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi pekerjaan.
(Pras)
