Pembangunan dan Rehabilitasi TK Mardi Utomo Kedungbembem Disorot, Pekerja Diduga Tak Dilengkapi APD
LAMONGAN — //Cakranusantara.online – Pembangunan dan rehabilitasi di TK Mardi Utomo, Desa Kedungbembem, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, mendapat sorotan. Pasalnya, sejumlah pekerja di lokasi proyek diduga tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat melakukan pekerjaan konstruksi.
Temuan tersebut diketahui saat tim investigasi Media Cakranusantara.online bersama LSM mendatangi lokasi TK Mardi Utomo pada Selasa (01/09/2026) untuk menindaklanjuti adanya aduan dari sejumlah masyarakat Desa Kedungbembem.
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, para pekerja yang sedang melakukan pekerjaan konstruksi disebut tidak menggunakan perlengkapan APD secara lengkap. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja, terlebih aktivitas pembangunan melibatkan material dan peralatan konstruksi.
Dalam pekerjaan konstruksi, penggunaan APD menjadi salah satu bagian penting dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Beberapa APD yang lazim digunakan antara lain helm keselamatan, kacamata pelindung, pelindung pendengaran, masker atau respirator, sarung tangan, sepatu keselamatan, serta rompi keselamatan, sesuai dengan risiko pekerjaan masing-masing.
Selain persoalan keselamatan kerja, tim investigasi juga menemukan hal lain yang perlu diklarifikasi terkait dugaan ketidaksesuaian material dengan spesifikasi pekerjaan.
Tim melakukan pengecekan secara sederhana terhadap beberapa material besi yang berada di lokasi. Untuk besi yang disebut berukuran 8, hasil pengukuran tim berada di kisaran 6,5 hingga 6,8, sedangkan material besi yang disebut berukuran 10 ditemukan hasil pengukuran sekitar 8,2 hingga 8,9.
Temuan tersebut masih merupakan hasil pengecekan lapangan dan belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran atau ketidaksesuaian terhadap RAB maupun spesifikasi teknis sebelum dilakukan pemeriksaan menggunakan alat ukur yang sesuai serta dibandingkan dengan dokumen kontrak, RAB, gambar kerja, dan spesifikasi teknis proyek.
Tim investigasi kemudian berupaya menemui Kepala TK Mardi Utomo, Siti Fatimah, untuk meminta penjelasan mengenai pelaksanaan pembangunan maupun rehabilitasi tersebut.
Namun, menurut keterangan beberapa pekerja di lokasi, kepala sekolah sedang berada di luar karena mengikuti kegiatan.
Upaya konfirmasi juga dilakukan melalui sambungan telepon seluler kepada Kepala Sekolah Siti Fatimah. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan.
Media Cakranusantara.online bersama LSM menegaskan bahwa temuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang lebih lengkap, termasuk mengenai pelaksana pekerjaan, sumber anggaran, RAB, spesifikasi material, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja.
Tim investigasi juga menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut sesuai mekanisme yang berlaku hingga mendapatkan kejelasan dari pihak terkait.
Pemberitaan ini bersifat informasi awal berdasarkan hasil pantauan lapangan. Pihak sekolah, pelaksana pekerjaan, maupun instansi terkait tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan atas temuan yang diberitakan. (Bodeng)
