ALASTLOGO MEMANGGIL, BUPATI! RAKYAT MENUNGGU PEMIMPIN, BUKAN BAMPER POLITIK
OPINI FORMAT PASURUAN — SERI 1
ALASTLOGO MEMANGGIL, BUPATI?
Kenapa yang dihadapkan ke masyarakat hanya Sekda? Apakah Sekda dijadikan bamper politik?
Ratusan warga memblokade Jalur Pantura hingga berjam-jam. Sekretaris Daerah turun menemui massa. Mengapa Bupati Pasuruan tidak hadir langsung menghadapi masyarakat yang persoalannya pernah menjadi bagian dari janji politik?
Ratusan warga Alastlogo menutup Jalur Pantura.
Berjam-jam.
Jalur nasional Surabaya–Probolinggo lumpuh total.
Bukan karena mereka ingin.
Karena mereka sudah kehabisan cara.
Puluhan tahun tanah mereka disengketakan. Kini, aktivitas latihan militer di dekat permukiman kembali menimbulkan dugaan peluru nyasar — dan nyaris mengenai seorang balita.
Sudah cukup.
Warga turun ke jalan.
Dan siapa yang datang mewakili Pemerintah Kabupaten Pasuruan?
Sekretaris Daerah.
Bukan Bupati.
Pertanyaannya sederhana : kenapa yang dihadapkan ke amarah rakyat justru Sekda, bukan orang yang dulu berjanji akan menyelesaikan Alastlogo?
Apakah Sekda memang sengaja diposisikan sebagai bamper — yang menyerap tekanan publik agar Bupati tidak perlu menanggung risiko politik dari kehadiran langsung?
Atau adakah alasan lain yang belum disampaikan kepada publik?
warga yang sudah menutup jalan nasional selama berjam-jam butuh pemimpin yang berani berdiri di hadapan mereka, mendengar langsung kemarahan dan ketakutan itu.
Publik berhak tahu: apakah ini pilihan sadar, atau ketidaksiapan menghadapi persoalan yang justru dulu paling lantang dijanjikan?
PASURUAN– 24 Juli 2026
FORMAT Pasuruan – Ismail Makky, SE. SH., MM. (Ketua)
