JANJI TINGGAL JANJI? SAAT ALASTLOGO BERTERIAK, KE MANA BUPATI PASURUAN
OPINI FORMAT PASURUAN — SERI 2

JANJI DI PASURUAN TIMUR, SEKARANG KENAPA BUPATI TIDAK MENEMUI RAKYAT ALASTLOGO SECARA LANGSUNG?Saat kampanye, persoalan Alastlogo menjadi bagian dari narasi politik. Ketika warga benar-benar turun ke jalan menuntut penyelesaian, publik justru mempertanyakan: mengapa Bupati Pasuruan tidak hadir langsung di tengah masyarakat?
Coba ingat kembali.
Bupati Rusdi Sutejo datang ke Pasuruan Timur.
Bicara soal Alastlogo.
Berjanji akan menyelesaikannya.
Di panggung kampanye, di hadapan rakyat yang berharap.
Sekarang rakyat yang sama sedang menutup jalan nasional karena penderitaan mereka belum juga selesai.
Dan Bupati?
Tidak terlihat.
Kemana janji yang dulu itu?
Apakah janji politik hanya berlaku selama masa kampanye, dan berhenti begitu jabatan sudah di tangan?
Warga Alastlogo tidak menuntut yang aneh-aneh.
Mereka hanya menagih apa yang pernah dijanjikan kepada mereka sendiri.
Kasihan warga Alastlogo — sudah menunggu bertahun-tahun, kini harus menyaksikan janji itu diuji di titik paling genting, dan yang muncul justru kesunyian dari orang yang mengucapkannya.
Publik berhak bertanya, keras dan terbuka:
Apakah janji itu masih diingat oleh yang mengucapkannya?
Ataukah janji kampanye memang dirancang untuk didengar sesaat, lalu dilupakan setelah kursi berhasil diduduki?
Ini bukan sekadar soal kehadiran fisik di satu lokasi.
Ini soal apakah kata-kata seorang pemimpin masih punya arti setelah ia benar-benar memimpin.
Rakyat Pasuruan Timur mengingat setiap kata yang pernah diucapkan di depan mereka.
Dan kini mereka menunggu jawaban — bukan lewat pernyataan pers, bukan lewat perwakilan, tapi lewat kehadiran langsung di tengah masyarakat dan membawa tindakan solusi yang nyata.
PASURUAN– 25 Juli 2026
FORMAT Pasuruan – Ismail Makky, SE. SH., MM. (Ketua)
