Jaga Mutu Layanan, SPPG Terapkan Standar Kebersihan Ketat di Dapur dan Lingkungan

Sidoarjo -Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Mulya Husada yang berlokasi di Bumdes Sedati Agung, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, resmi mulai beroperasi dan menyajikan 916 menu masakan (MBG) untuk seribu porsi setiap hari. Porsi tersebut didistribusikan ke sembilan sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Sedati sebagai bagian dari program pemenuhan gizi bagi anak sekolah.

 

Kepala SPPG, Mochamad Rifqy Izzul Haq, saat ditemui di sela kesibukannya mengatur para relawan yang menyiapkan bahan makanan, mengungkapkan rasa syukur karena SPPG yang dipimpinnya dapat beroperasi dengan baik sejak dibuka.

 

“Kami sangat bersyukur dapur SPPG bisa berjalan sesuai rencana. Untuk sementara, kami hanya menyediakan seribu porsi karena mengikuti aturan Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Rifgy.”Saat di temui awak media Kamis (13-11-2025)”

 

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan ketentuan BGN, operasional SPPG pada minggu pertama dibatasi sebanyak 1.000 porsi, minggu kedua meningkat menjadi 1.500 porsi, minggu ketiga 2.000 porsi, dan pada minggu keempat baru dapat memenuhi semua kebutuhan penerima manfaat.

 

Pria yang akrab disapa Mas Rifgy ini juga menegaskan bahwa kebersihan menjadi prioritas utama SPPG, baik di dalam maupun di luar area dapur. Ia memperkenalkan tim khusus bernama Tim 7 “Cuci Ompreng”, yang bekerja sesuai SOP dari PGN.

 

“Pertama, ompreng dipindah tangan menggunakan sabun. Kedua, dicuci dengan air bersih. Ketiga, direndam dengan air panas untuk membunuh bakteri. Setelah itu dilap dan diperiksa oleh ahli gizi untuk memastikan benar-benar bersih,” jelasnya.

 

Untuk pengelolaan limbah, Rifgy menerangkan bahwa SPPG memiliki tim yang setiap hari bertugas membuang sampah ke TPS3R.

 

Rifgy juga menyayangkan adanya tumpukan sampah liar di belakang gedung SPPG yang ternyata bukan berasal dari kegiatan internal SPPG.

 

“Sampah yang menumpuk itu dari pembuang sampah liar. Kami sudah menurunkan tim untuk membersihkannya. Tumpukan itu sudah berbulan-bulan,” keluhnya.

 

Ia menegaskan bahwa pihak yayasan telah mengambil langkah serius, termasuk memasang banner larangan membuang sampah di area tersebut serta mengirim surat kepada pengurus Bumdes Sedati Agung agar menghimbau para penghuni untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan di belakang SPPG.

 

Mengakhiri keterangannya, Mochamad Rifqy Izzul Haq mewakili Yayasan Mulya Husada mengimbau masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

 

“Kami mohon kerja samanya agar tidak membuang sampah di belakang SPPG. Mari ciptakan lingkungan yang sehat untuk mendukung layanan pemenuhan gizi bagi anak-anak kita,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *