Klarifikasi Dugaan Intimidasi Pilkades Bareng Krajan, Asmono Tegaskan Tidak Pernah Ada Tekanan terhadap Topan
SIOARJO – //Cakranusantara.online – Polemik dugaan intimidasi terhadap warga yang sempat mencuat dalam pemberitaan terkait suasana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak yang disebut dalam pemberitaan sebelumnya. Klarifikasi ini disampaikan menyusul beredarnya berita berjudul “Diduga Ada Intimidasi terhadap Warga yang Bongkar Dugaan Money Politik Pilkades Bareng Krajan” yang tayang di Cakra Nusantara Online
Calon Kepala Desa Bareng Krajan, Asmono, menegaskan bahwa tidak pernah ada tindakan intimidasi maupun ancaman terhadap Topan sebagaimana yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, persoalan tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman komunikasi yang kemudian berkembang liar hingga memunculkan persepsi negatif di publik.
Asmono menjelaskan bahwa dirinya justru berinisiatif menghadirkan Topan secara langsung kepada wartawan media ini guna memberikan klarifikasi terbuka agar situasi tidak semakin memanas dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat desa yang masih memiliki hubungan kekeluargaan erat.
“Tidak ada intimidasi sama sekali. Topan itu masih keluarga saya sendiri, masih keponakan saya. Jadi sangat tidak mungkin kalau saya sampai melakukan tekanan atau ancaman kepada keluarga sendiri,” ujar Asmono saat memberikan klarifikasi kepada wartawan pada hari senin (11/05/2025).
Ia juga menyampaikan bahwa menjelang Pilkades, dinamika politik desa memang cukup sensitif sehingga berbagai informasi yang belum tentu utuh mudah berkembang menjadi isu yang memancing kegaduhan. Karena itu dirinya berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan tidak memperkeruh suasana demokrasi desa.
“Kami ingin Pilkades berjalan damai, aman, dan kondusif. Jangan sampai hubungan keluarga maupun hubungan antarwarga rusak hanya karena perbedaan pilihan politik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Asmono menyebut bahwa pertemuan yang sebelumnya dipersoalkan sebenarnya hanya bentuk komunikasi internal untuk meluruskan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat. Dalam forum tersebut, menurutnya, tidak ada unsur pemaksaan ataupun ancaman sebagaimana yang dituduhkan.
Sementara itu, Topan yang sebelumnya disebut merasa mendapat intimidasi juga memberikan penjelasan langsung di hadapan wartawan. Ia mengaku persoalan tersebut sebenarnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan dan dirinya tidak ingin situasi terus melebar hingga menimbulkan permusuhan antar keluarga maupun warga desa.
“Saya hadir di sini untuk menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada intimidasi seperti yang ramai diberitakan. Memang sempat ada pembicaraan dan klarifikasi, tapi itu masih dalam konteks keluarga dan menjaga situasi desa supaya tidak gaduh,” kata Topan.
Topan juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin persoalan tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memperkeruh suasana menjelang pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Ia berharap masyarakat tetap menjaga kerukunan dan tidak mudah terpancing isu yang belum tentu benar sepenuhnya.
“Saya berharap warga tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi. Pilkades ini kan hanya sementara, tapi persaudaraan dan hubungan keluarga harus tetap dijaga,” lanjutnya.
Di sisi lain, situasi Pilkades Bareng Krajan sendiri belakangan memang menjadi perhatian masyarakat setelah muncul berbagai isu politik uang serta dugaan tekanan terhadap warga yang sempat ramai diperbincangkan di media sosial maupun pemberitaan media online. Sebelumnya, sebuah video dugaan pembagian uang menjelang Pilkades juga sempat viral dan menjadi perbincangan warga.
Meski demikian, sejumlah tokoh masyarakat berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan proses demokrasi yang sehat tanpa saling menyerang ataupun menciptakan kegaduhan yang berpotensi memecah belah masyarakat desa.
Warga juga berharap agar seluruh calon kepala desa beserta tim pendukung dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan menjaga kondusivitas, menghindari provokasi, serta mengedepankan persatuan demi terciptanya Pilkades yang aman, damai, dan bermartabat. (Bodeng)

