Dugaan Ketidakjelasan Anggaran Mencuat: TPST Desa Temu Tak Jelas, Modal BUMDes Dinilai Janggal

Sidoarjo – Pengelolaan anggaran Pemerintah Desa Temu, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah awak media menilai pemerintah desa kurang transparan dalam penggunaan anggaran, terutama terkait pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST) yang tak kunjung selesai sejak dimulai pada 2021.

Hingga kini, TPST tersebut belum dapat difungsikan. Padahal, berdasarkan laporan realisasi anggaran dari Omspam, proyek ini terus menerima kucuran dana: sebesar Rp 49.700.000 pada Tahun Anggaran 2023 dan Rp 59.520.000 pada Tahun Anggaran 2024. Akibatnya, warga masih terpaksa membuang sampah ke bantaran Sungai Kedunguling yang melintasi desa tersebut.

Pada Senin (17/11/2025), Kepala Desa Temu, Petty Fitrianna, saat ditemui sejumlah wartawan, menyatakan bahwa pembangunan TPST berasal dari dana Bantuan Keuangan (BK) DPRD Sidoarjo Tahun Anggaran 2024. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan memilih meninggalkan lokasi wawancara.

Di sisi lain, hasil monitoring lapangan menemukan sebuah papan informasi proyek di area TPST yang justru mencantumkan sumber anggaran dari Dana Desa (DD) Tahun 2024, tanpa menyertakan total nilai anggaran. Perbedaan informasi ini semakin memperkuat dugaan adanya ketidaksinkronan data terkait penggunaan anggaran.

Ahmad (45), seorang pemerhati anti-korupsi, menilai adanya kejanggalan dalam penyampaian informasi tersebut.
“Kepala desa bilang dari dana BK, tapi papan informasi menyebut dana desa. Ini menunjukkan ketidaksinkronan informasi yang mengindikasikan kurangnya transparansi. Bisa jadi memang ada dua sumber anggaran,” ujarnya.

Dugaan penyimpangan anggaran juga muncul pada penyertaan modal BUMDes Temu Tahun Anggaran 2023. Menurut Adi (39), desa mengalokasikan Rp 300.000.000 untuk pembelian 10 ekor sapi terdiri dari enam sapi dewasa dan empat anakan.

“Dari nilai anggaran sebesar itu, dugaan mark-up sangat kuat. Harga satuan sapi tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan,” kata Adi dan Amina

Upaya konfirmasi ulang kepada Kepala Desa Temu melalui pesan WhatsApp hanya dibaca tanpa ada balasan. Sementara Sekretaris Desa yang dihubungi pada hari yang sama juga enggan memberikan penjelasan.
“Saya sedang sakit, mas. Langsung ke Bu Kades saja,” ujarnya singkat. (Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *