Minto Tancap Gas Bangun Desa Gunungsari Sejak 2019, Warga Puas dengan Perubahan Nyata
Ngawi || Cakranusantara.online –
Desa Gunungsari, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, kini kian berbenah. Pembangunan yang marak dilakukan dalam beberapa tahun terakhir membuat wajah desa berubah drastis. Semua itu tidak lepas dari kepemimpinan Minto, Kepala Desa Gunungsari yang sejak dilantik pada tahun 2019 terus tancap gas melakukan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat.
Sejak awal menjabat, Minto sudah menegaskan bahwa dirinya tidak ingin hanya sekadar menjadi kepala desa yang duduk di balik meja. Ia bertekad hadir di tengah masyarakat, turun langsung mengawasi setiap kegiatan pembangunan, sekaligus mendengar aspirasi warga.
“Bagi saya, desa ini adalah rumah besar kita. Kalau kita ingin rumah ini kuat, indah, dan bermanfaat, maka semua harus bergerak. Itulah mengapa saya tidak pernah berhenti mendorong pembangunan bersama warga,” tegasnya saat ditemui di Balai Desa Gunungsari.
Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, Desa Gunungsari mencatat sejumlah capaian pembangunan infrastruktur yang signifikan. Mulai dari pavingisasi jalan lingkungan, pembangunan talud penahan tanah (TPT), hingga perbaikan saluran irigasi yang menjadi nadi kehidupan petani.
Warga desa yang mayoritas bekerja sebagai petani kini merasakan manfaat langsung. Jalan yang sudah diperkeras memudahkan akses hasil panen menuju pasar, sementara saluran irigasi yang diperbaiki memastikan distribusi air pertanian berjalan lancar.
“Kalau dulu musim hujan jalan di dusun kami becek, sekarang sudah dipaving semua. Anak-anak sekolah pun lebih mudah berangkat tanpa harus takut jatuh. Hasil panen juga bisa lebih cepat dibawa ke pasar,” ungkap Sutrisno (52 tahun), warga Dusun Krajan yang juga seorang petani padi.
Dampak pembangunan tidak hanya dirasakan di bidang infrastruktur, tetapi juga pada perputaran roda ekonomi desa. Perbaikan akses jalan membuat aktivitas perdagangan semakin lancar. Pedagang kecil dan menengah di Desa Gunungsari kini merasakan peningkatan omset karena akses menuju pasar lebih mudah ditempuh.
“Alhamdulillah, sejak jalan bagus, pembeli lebih ramai. Saya menjual sayur dan sembako, biasanya pembeli dari dusun lain agak enggan datang karena aksesnya sulit. Sekarang lancar semua. Ini berkah pembangunan,” kata Sri Wahyuni (43 tahun), pedagang di Pasar Gunungsari.
Selain itu, pemerintah desa di bawah kepemimpinan Minto juga mulai mendorong program pemberdayaan masyarakat. Beberapa kelompok usaha kecil menengah (UKM) dibantu dengan pelatihan dan akses permodalan sederhana agar bisa berkembang.
Minto menyadari bahwa dana desa memiliki keterbatasan. Karena itu, ia selalu melibatkan warga dalam setiap proses pembangunan melalui semangat gotong royong. Hal ini terbukti mempercepat proses pengerjaan proyek sekaligus memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap hasil pembangunan.
“Kalau kita kerjakan bersama-sama, hasilnya akan lebih cepat dan warga juga merasa ikut memiliki. Gotong royong adalah budaya desa yang tidak boleh hilang. Inilah kekuatan kita,” jelas Minto.
Pernyataan ini diamini oleh Warsini (60 tahun), tokoh masyarakat setempat. “Saya sudah lama tinggal di sini, baru kali ini pembangunan begitu terasa cepat dan nyata. Warga juga kompak kalau ada ajakan gotong royong dari Pak Kades. Itu membuat desa kita makin maju,” ujarnya.
Selain fokus pada pembangunan, Minto juga menekankan pentingnya transparansi penggunaan anggaran desa. Setiap alokasi dana desa dipublikasikan melalui papan informasi anggaran yang dipasang di titik strategis, agar masyarakat bisa mengawasi langsung jalannya program pembangunan.
“Transparansi ini penting supaya masyarakat percaya. Semua dana yang masuk dan keluar harus jelas. Kita ingin pemerintahan desa yang bersih, tanpa ada kecurigaan,” tegas Minto.
Langkah ini diapresiasi oleh warga, salah satunya Bambang (38 tahun), yang berprofesi sebagai guru. “Selama ini kita bisa lihat jelas papan informasi anggaran yang dipasang di balai desa. Itu membuat masyarakat merasa tenang, karena tidak ada yang ditutupi,” ucapnya.
Meski banyak pembangunan telah dilakukan, Minto menegaskan bahwa perjuangan membangun Desa Gunungsari belum selesai. Ke depan, ia masih ingin fokus pada pengembangan sektor pertanian modern, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan fasilitas umum seperti pendidikan dan kesehatan.
“Pembangunan ini ibarat perjalanan panjang. Apa yang sudah kita capai adalah langkah awal. Saya ingin Desa Gunungsari benar-benar bisa mandiri, warganya sejahtera, dan anak-anak punya masa depan cerah,” kata Minto menutup wawancara.
Kini, wajah Desa Gunungsari perlahan berubah. Jalan-jalan desa yang rapi, saluran irigasi yang lancar, ekonomi yang mulai tumbuh, serta warga yang semakin kompak menjadi bukti nyata kerja keras Kepala Desa Minto bersama masyarakat.
Seperti kata pepatah Jawa, “Sopo sing temen mesti tinemu” (siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil). Semangat itulah yang kini mengiringi perjalanan pembangunan Desa Gunungsari di bawah kepemimpinan Minto.

