Peringati Tahun Baru Islam 1448 H. Takmir Masjid Baitul Arifin Gelar Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

BLITAR – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 H, Takmir Masjid Baitul Arifin menggelar kegiatan santunan anak yatim dan dhuafa pada 10 Muharam 1448 H, yang bertempat di Mushola Baitul Huda, Dusun Jatinom, Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Kegiatan sosial keagamaan ini berlangsung dengan khidmat, sederhana, namun penuh makna, serta dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat desa, para donatur, dan warga setempat yang turut memberikan dukungan.

Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan sambutan dari panitia pelaksana. Dalam sambutannya, panitia menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam bukan hanya menjadi momentum pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi sarana untuk melakukan muhasabah diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama. Melalui kegiatan santunan ini, diharapkan semangat berbagi dan rasa empati kepada anak yatim serta kaum dhuafa dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Kegiatan santunan tersebut juga menjadi bentuk nyata kepedulian Takmir Masjid Baitul Arifin terhadap lingkungan sekitar. Selain sebagai ajang silaturahmi, acara ini diharapkan mampu mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Panitia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus diupayakan agar dapat menjadi agenda rutin setiap tahun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Jatilengger, Endik Mujirianto L, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Takmir Masjid Baitul Arifin serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan sosial tersebut. Ia menilai bahwa santunan kepada anak yatim dan dhuafa merupakan wujud kepedulian yang sangat mulia dan patut dijadikan teladan bagi masyarakat luas.

“Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk saling berbagi, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat gotong royong di lingkungan Desa Jatilengger,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan yang berisi pesan-pesan moral tentang pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, memperbanyak amal kebaikan, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Setelah itu, doa bersama dipanjatkan agar seluruh warga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan santunan secara simbolis kepada anak yatim dan dhuafa yang hadir. Suasana haru dan kebersamaan sangat terasa ketika para penerima santunan menerima bantuan dengan penuh rasa syukur. Kehangatan dan kepedulian yang tercipta dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran nyata nilai-nilai Islam yang mengajarkan kasih sayang, kepedulian, dan saling membantu antar sesama.

Para tokoh masyarakat yang hadir berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus sarana mempererat hubungan antarwarga. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat persaudaraan, dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat Desa Jatilengger. Dengan adanya kegiatan santunan ini, peringatan Tahun Baru Islam 1448 H tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *