SEPAK BOLA ITU MAHAL. PUBLIK BERHAK TAHU: SIAPA SEBENARNYA YANG MEMBIAYAI PASURUAN UNITED?

OPINI FORMAT PASURUAN — SERI 15
Antara Persekabpas (Dijanjikan Milik Rakyat)
dan Pasuruan United (Milik Swasta)
Sepak bola profesional bukanlah kegiatan yang murah.
Untuk mengikuti kompetisi dibutuhkan biaya yang besar.
Gaji pemain.
Gaji pelatih.
Transportasi.
Akomodasi.
Perlengkapan.
Sewa lapangan.
Operasional pertandingan.
Administrasi kompetisi.
Semuanya membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Karena itu, muncul pertanyaan yang sangat wajar.
Dari mana seluruh biaya operasional Pasuruan United berasal?
1. Apakah seluruhnya berasal dari investasi pemegang saham swasta?
2. Apakah berasal dari sponsor murni?
3. Apakah berasal dari penjualan tiket, merchandise, atau sumber pendapatan komersial lainnya?
4. Atau ada sumber pendanaan lain yang perlu dijelaskan kepada publik?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah tuduhan.
Justru sebaliknya.
Dalam tata kelola yang baik, transparansi merupakan cara paling efektif untuk membangun kepercayaan masyarakat.
Semakin terbuka sebuah organisasi menjelaskan sumber pendanaannya, semakin kecil ruang bagi lahirnya prasangka dan spekulasi.
Karena itu, apabila seluruh proses pengelolaan Pasuruan United memang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, maka audit yang independen dan transparan seharusnya dipandang sebagai kesempatan untuk memperkuat kepercayaan publik, bukan sebagai ancaman.
Audit bukan berarti mencari kesalahan.
Audit adalah cara memastikan bahwa tata kelola berjalan sebagaimana mestinya.
Pada akhirnya, masyarakat tidak sedang meminta sesuatu yang berlebihan.
Masyarakat hanya ingin memperoleh jawaban atas satu pertanyaan sederhana.
Siapa yang membiayai Pasuruan United, bagaimana mekanismenya, dan apakah seluruh proses tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka?
Apakah bisa dipastikan tidak ada dana pemerintah yang digunakan?
Apakah tidak ada fasilitas negara yang digunakan?
Apakah terdapat dukungan pendanaan dari program CSR/TJSL perusahaan? Jika ada, bagaimana mekanisme penyaluran dan akuntabilitasnya?
Audit bukan ancaman bagi organisasi yang dikelola dengan baik. Audit justru menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa seluruh sumber pendanaan, penggunaan fasilitas, dan tata kelola klub berlangsung secara transparan dan akuntabel. Kalau memang semuanya berjalan sesuai aturan,
audit terbuka semestinya menjadi kabar baik — bukan sesuatu yang perlu dihindari.
Karena dalam pemerintahan yang baik, transparansi bukanlah beban.
Transparansi adalah bentuk penghormatan kepada publik.
PASURUAN– 23 Juli 2026
— FORMAT PASURUAN – Ismail Makky, SE. SH, MM. ( Ketua )
