Banyak Keluhan Wali Murid SDN 1 Gintungan, Dugaan Potongan PIP dan Berbagai Pungutan Jadi Sorotan
Lamongan – //Cakranusantara.online – Sejumlah wali murid SDN 1 Gintungan, Kabupaten Lamongan, mengeluhkan adanya berbagai pembayaran yang dinilai cukup memberatkan dan membebankan wali murid. Keluhan tersebut mencakup dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) hingga pungutan yang disebut berkaitan dengan pembangunan sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa wali murid pada hari Jum’at 10 Juli 2026, siswa penerima bantuan PIP jenjang sekolah dasar memperoleh bantuan sebesar Rp450.000. Namun, menurut pengakuan sejumlah wali murid, siswa hanya menerima Rp50.000 sebagai biaya transportasi, sedangkan sekitar Rp400.000 diduga diminta oleh salah seorang oknum guru berinisial SI dengan alasan untuk melunasi tunggakan pembayaran siswa yang belum lunas.
Selain itu, wali murid juga mengaku dibebani iuran sebesar Rp100.000 per siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 untuk pembelian kusen. Padahal, menurut informasi yang diterima para wali murid, pembangunan tersebut merupakan bantuan dari instansi terkait sehingga mereka mempertanyakan alasan masih adanya pungutan kepada orang tua siswa.
Tidak hanya itu, beberapa wali murid juga mengeluhkan adanya berbagai pembayaran lain, seperti pembelian Lembar Kerja Siswa (LKS) dan sejumlah biaya lainnya yang dinilai semakin memberatkan kondisi ekonomi keluarga.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya berharap adanya perhatian dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan agar dilakukan pemeriksaan terhadap seluruh bentuk pungutan yang terjadi di sekolah tersebut.
“Kami berharap ada kejelasan. Kalau memang pembangunan sudah dibantu pemerintah, mengapa masih ada iuran dari siswa. Begitu juga terkait dana PIP, kami ingin penjelasan yang sebenarnya,” ungkap salah satu wali murid.
Saat Tim investigasi Media dan LSM mendatangi sekolah pendidikan SDN 1 Gintungan pada hari senin 13 Juli 2026, Sampai di kantor pendidikan SDN 1 Gintungan tidak bisa ketemu dengan Bu kepsek JAYANTI sebagai kepala Sekolah SDN 1 Gintungan lagi keluar. ” Ujar beberapa Guru SDN 1 Gintungan.
Saat dikonfirmasi pihak Guru yang bertanggung jawab untuk komite Bu SRI saat tim investigasi Media mencoba ingin bertemu mintak waktu kurang lebih 20 menit tapi tidak direspon sama bu SRI hanya satu kata maaf saya sibuk, sebagai Guru seharusnya sikap itu tidak etis. Tim investigasi akan mendalami dan mengawal kasus ini sampai tuntas.
Dan pada hari Selasa Tim investigasi Media dan LSM tanpa menyerah mendatangi sekolah SDN 1 Gintungan lagi guna dapat penjelasan atau keterangan dari kepsek Bu Jayanti maupun Guru yng bertanggung jawab dalam naungan SDN 1 Gintungan, beberapa menit Tim investigasi Media dan LSM di temui oleh Bu Sri sebagai guru dan juga yang mendampingi siswa untuk pengambilan PIP tersebut, dalam keterangan Bu Sri iya memang per siswa dapet PIP sebesar Rp. 450.000 ribu, yang 50 ribu buat transportasi anak dan yang sisanya 400 ribu kita tarik ke sekolah buat Tabungan per siswa yang mendapatkan bantuan PIP tersebut, untuk siswa yang mempunyai tunggak’n di sekolah akan dipotong pakai dana PIP tersebut. ” Ujar Bu Sri
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SDN 1 Gintungan, termasuk kepsek JAYANTI yang disebutkan dalam pengaduan tersebut, belum memberikan keterangan resmi. (Bodeng)
