Dugaan ada mar’up terkait ukuran besi wermesh,TPK hanya untuk nama malah kasi pelayanan yang berperan
Bojonegoro – //Cakranusantara – Pembangunan Proyek Pekerjaan Rigid Beton Desa Clebon Kecamatan Bubulan Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur, mendapatkan keluhan dari warga setempat, Rabu (24/12/2025), Sumber Dana (BKK Desa) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025 bernilai Rp. 4.408.478.683,000_ dan saat ini sedang dalam proses pengerjaan.
menurut warga setempat, AB (42) kepada awak media ini, mengatakan jika pekerjaan jalan Rigid beton ini sangat jauh dari harapan, dan diduga terkesan asal jadi, selain banyak yang tidak sesuai spesifikaai, diduga juga tidak memperhatikan mutu dan kualitas bangunan dan juga banyak Besi yang ukuran kurang dari 8mm mas’ ujar AB (42).
” Lebih lanjut AB (42) kami menengarai Pemasangan wiremesh besi tidak standart dan tidak beraturan, Wiremesh Besi berukuran 8mm kurang padahal saya pernah lihat bangunan rigid beton tidak begitu, saya juga tahu jika itu harusnya jumlah nya wiremesh besi ukurannya 8mm, dan yang parah sekali itu dasarannya diduga tipis sekali, “ujarnya.
Dia juga mengaku bahwan tidak mengetahui siapa pelaksana atau pihak ketiga yang mengerjakan proyek tersebut, namun rata-rata pekerja nya juga warga dari sekitar desa ini dan tidak mengetahui siapa kontraktor pelaksana kegiatan pembangunan jalan Rigid beton ini.
“Saya menduga pekerjaan ini mungkin jauh dari perhatian atau pengawasan, sehingga bisa saja pelaksananya mengerjakan proyek semaunya, bekas jalan lama juga tidak diambil,” Imbuh AB (42).

Tim investigasi Awak media ini langsung saat melakukan peliputan ke proyek pembangunan jalan Rigid beton memang Dugaan masyarakat itu benar di lapangan memang ditemukan Dugaan manipulasi ataupun mengurangi Volume Wiremesh besi yang di duga dilakukan oleh TPK Clebung dan Konsultan proyek , Untuk memperkaya diri sendiri memakai Uang Negara.
Sementara Kepala Desa Clebung kades Kasihanto ketika di datang ngi ke kantor Desa Clebung Kades Kasihanto tidak ada di kantor Desa Clebung Terkesan selalu menghindar. ‘ ujar kaur selaku Pemdes Clebung.
Ketika awak Media menghubungi Nomer Telepon kades Kasihanto yang melalui Pesan Whatsapp kades Kasihanto terkait ukuran wiremesh besi hanya ukuran 6,8mm dan 7,0mm tidak sesuai spesifikasi, dan ditanya soal volume perkejaan tersebut, tidak mendapatkan jawaban dari Kades Kasihanto seolah semuanya sudah di atur oleh kades Kasihanto dan semuanya seolah tutup mata dan dugaan tersebut mengakibatkan Mbobroknya Desa Clebung di tangan kades Kasihanto tersebut.
Dan Tim investigasi media dan LSM Ditemui Bpk Bayu selalu TPK Pembangunan Proyek Pekerjaan Rigid Beton Saat Ditanya Bpk Bayu Mengatakan pada awak media kalau Anggaran Dari BK kabupaten Bojonegoro Dengan Anggaran Rp. 4.408.478.683,000_ nama pekerjaan Pembangunan Jalan Rigid Beton.
Lebih Lanjut Bpk Bayu mengatakan kalau Rab Wiremesh 8mm mas, Dan saat ditanya salah satu Tim investigasi Bodeng si rambut jambul merah untuk fakta yang dilapangan untuk ukuran Wiremesh besi di lapangan banyak dibawah Rab yaitu Wiremesh besi banyak yang ukuran 6,8mm dan 7,0mm Bpk Bayu hanya diam tak berdaya maupun tak bersuara dan seolah telepon seseorang.
Dan beberapa menit kemudian datang lah seorang Pahlawan yang bernama Bpk Eko selaku kasi pelayanan Desa Clebung yang terkesan ikut campur menjelaskan terkait pekerjaan pembangunan jalan Rigid beton menjelaskan ke awak media bahwasanya ukuran Wiremesh rata-rata 7,2mm saat di cek kelokasi lapangan lebih parahnya ukuran Wiremesh tersebut kebanyakan 6,9mm. dan lebih Parahnya yang harus boleh menjelaskan hanyalah TPK pekerjaan maupun Kepala Desa yang bisa kasih penjelasan dan bisa di bertanggung jawaban bukan Bpk Eko yang selaku Kasi Pelayanan.
Pesan Anda telah terkirim

Sampai berita ini ditulis masyarakat Desa Clebung berharap, pihak pemerintah dan Dinas terkait segera ambil langkah dan di cek ulang pekerjaan yang ada di Desa Clebung Kecamatan Bubulan kabupaten Bojonegoro. (Bodeng)


Wartwane koyo wong lesu.
Ada apa dengan anda, apakah ada kepentingan di Desa, kami angkat tema tersebut berdasarkan fakta dilapangan