KONTROVERSI TPA WONOKERTO Bupati Menyebut TPS3R Terkendala. Padahal Itulah Penyelamat TPA Kita.

OPINI PUBLIK • SERI 11
KONTROVERSI TPA WONOKERTO
Bupati Menyebut TPS3R Terkendala. Padahal Itulah Penyelamat TPA Kita.
Kajian berbasis data resmi Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan pemantauan mandiri
Mungkin banyak warga belum pernah mendengar istilah TPS3R.
Mari kami jelaskan dengan bahasa sehari-hari.
TPS3R adalah tempat pengolahan sampah yang letaknya sebelum TPA. Di situ sampah dipilah: yang bisa didaur ulang diambil, yang organik dijadikan kompos, dan hanya sisanya yang benar-benar tidak berguna dibawa ke TPA.
Bayangkan TPA seperti tempat sampah terakhir di rumah Anda. Kalau semua barang langsung dibuang ke sana tanpa dipilah, ia cepat penuh. Tapi kalau botol dipisah, kardus dipisah, sisa makanan jadi pupuk — yang masuk tinggal sedikit sekali.
Itulah fungsi TPS3R. Ia menjaga agar TPA tidak cepat penuh.
Sekarang kembali ke pernyataan Bupati Rusdi Sutejo pada April 2026.
Beliau menyebut ada kendala teknis pada program TPS3R.
Kalimat itu pendek. Tapi akibatnya panjang.
Sebab kalau TPS3R tidak berjalan, maka yang masuk TPA bukan lagi sisa — melainkan semuanya. Botol, kardus, sisa makanan, semuanya bercampur masuk ke Wonokerto.
Dan TPA yang menerima semuanya akan penuh jauh lebih cepat daripada rencananya.
Ada catatan dari penelitian akademik mengenai persampahan Kabupaten Pasuruan pada masa TPA Kenep dahulu. Penelitian itu mencatat sampah yang berhasil dikurangi sebelum masuk TPA baru sekitar 13 persen, sementara target nasional saat itu 30 persen.
Catatan kami: angka ini dari penelitian pada masa TPA Kenep, bukan kondisi Wonokerto hari ini. Kami menyampaikannya sebagai gambaran, bukan data terkini — justru karena itu kami meminta data yang sekarang.
Di sinilah letak pertanggungjawaban yang tidak bisa dipindahkan.
TPS3R dibangun dengan uang rakyat. Ia masuk dalam anggaran daerah, yang diusulkan Bupati dan dibahas bersama DPRD. Pelaksanaannya dijalankan dinas di bawah Bupati.
Kalau bangunannya sudah berdiri lalu tidak berfungsi, maka itu bukan sekadar persoalan teknis di lapangan.
Itu persoalan uang publik yang tidak menghasilkan apa-apa.
Pertanyaan kami kepada Bupati Rusdi Sutejo:
Ada berapa TPS3R di Kabupaten Pasuruan? Sebutkan lokasinya.
Berapa yang masih beroperasi, dan berapa yang berhenti?
Kendala teknis yang Bapak maksud itu apa persisnya — rusak, tidak ada petugas, atau tidak ada biaya operasional?
Berapa anggaran yang sudah dikeluarkan untuk membangun TPS3R selama ini?
Berapa persen sampah Kabupaten Pasuruan yang berhasil dikurangi sebelum masuk TPA hari ini?
Pertanyaan keempat yang paling penting.
Karena uang itu bukan uang pemerintah.
Itu uang masyarakat Kabupaten Pasuruan.
FORMAT PASURUAN — Forum Rembuk Masyarakat Pasuruan
Ismail Makky, SE.SH., MM. — Ketua
