Peringatan 10 Muharram 1448 H, Pemdes Manikrejo Santuni 13 Anak Yatim dan Piatu

PASURUAN – Pemerintah Desa Manikrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, menggelar kegiatan santunan anak yatim dan piatu dalam rangka memperingati 10 Muharram 1448 Hijriah (Bulan Asyura/Suro), Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut dilaksanakan usai salat Magrib hingga selesai dan berlangsung dengan penuh khidmat.

Acara dihadiri oleh Kepala Desa Manikrejo Muhammad Nur Kholis, perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Sebelum acara inti dimulai, para tamu undangan dan masyarakat yang hadir disuguhi penampilan musik banjari yang membawakan lantunan shalawat sehingga menambah suasana religius dan penuh kebersamaan.

Ketua Panitia Pelaksana, Nasikhin, yang juga menjabat sebagai Modin Desa Manikrejo, mengatakan bahwa kegiatan santunan anak yatim dan piatu merupakan bentuk kepedulian sosial masyarakat yang telah menjadi tradisi selama satu dekade.

“Alhamdulillah, kegiatan santunan anak yatim dan piatu ini telah berjalan selama 10 tahun. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu dan berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di Desa Manikrejo. Semoga seluruh donatur diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan oleh Allah SWT,” ujar Muhammad nur Kholis

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 13 anak yatim dan piatu menerima santunan. Penyerahan santunan dilakukan sebagai wujud perhatian dan kasih sayang kepada mereka, sekaligus untuk meraih keberkahan di bulan Muharram yang dikenal masyarakat Jawa sebagai Bulan Suro.

Sementara itu, Kepala Desa Manikrejo Muhammad Nur Kholis juga menyampaikan bahwa momentum Bulan Asyura merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Momentum Bulan Asyura atau Bulan Suro mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap sesama, terutama kepada anak-anak yatim dan piatu. Semoga kegiatan ini terus istiqomah dilaksanakan setiap tahun dan membawa manfaat serta keberkahan bagi seluruh masyarakat Desa Manikrejo,” tuturnya.

Selain penyerahan santunan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan tausiyah keagamaan yang mengingatkan pentingnya rasa syukur, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Melalui peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah ini, Pemerintah Desa Manikrejo berharap nilai-nilai gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial yang menjadi makna utama Bulan Asyura dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. Momentum tersebut tidak hanya menjadi peringatan keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Desa Manikrejo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *