Warung Milik Janda di Desa Mojogede Diterjang Puting Beliung, ” Matane picek ” umpat warga ke pemdes

GRESIK – //Cakranusantara.online – Sebuah warung milik seorang janda di Desa Mojogede, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, dilaporkan rusak setelah diterjang angin puting beliung yang terjadi secara tiba-tiba. Peristiwa tersebut membuat bangunan warung sederhana itu mengalami kerusakan cukup parah, terutama pada bagian atap yang beterbangan akibat kencangnya angin.

Menurut keterangan warga sekitar, kejadian itu berlangsung saat cuaca mendadak berubah dengan angin kencang yang berputar. Dalam waktu singkat, warung milik janda tersebut tidak mampu menahan terjangan angin hingga sebagian bangunannya rusak.

Warga sekitar kemudian bergotong royong membantu membersihkan puing-puing bangunan dan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari dalam warung.

Namun, warga mengaku kecewa karena hingga beberapa waktu setelah kejadian tidak ada satu pun perangkat Pemerintah Desa Mojogede yang datang ke lokasi untuk melihat langsung kondisi korban maupun memberikan bantuan.

“Yang membantu justru warga sekitar. Dari pemerintah desa belum ada yang datang melihat kondisi warung yang rusak,” ujar salah satu warga setempat.

Sorotan warga juga tertuju kepada Kepala Desa Mojogede, Ngadiono. Sejumlah warga menyebut hingga saat ini kepala desa belum terlihat turun langsung menemui warga yang terdampak musibah tersebut.

Di tengah kekecewaan itu, beredar pula berbagai komentar dari masyarakat terkait isu yang pernah menjadi perbincangan di desa mengenai dugaan perilaku tidak pantas yang dituduhkan kepada kepala desa tersebut. Meski demikian, hingga kini belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai kabar tersebut.

Warga berharap pemerintah desa segera turun tangan untuk melihat langsung kondisi korban serta memberikan bantuan yang dibutuhkan, mengingat korban merupakan warga yang terdampak musibah secara langsung.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak Pemerintah Desa Mojogede maupun Kepala Desa Ngadiono belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa angin puting beliung tersebut maupun keluhan warga. (Bodeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *