. “Keadilan Tertahan: Penyidikan Kasus PMK Probolinggo Dinilai Mandek dan Membingungkan”

Probolinggo, 8 Des 2025

MCN Online — Kasus dugaan korupsi vaksin PMK di Kabupaten Probolinggo tampaknya sedang menjalani “program diet gerak cepat”. Bukan gerak cepat penyelidikan, tapi gerak cepat… berhenti. Setelah satu tahun berjalan, publik sampai bingung: ini penyelidikan, atau lomba siapa paling lama diam?

 

L3GAM, lewat juru bicaranya Lutfi Hamid, ikut memberi tepukan satir ke permukaan meja hukum yang tampak begitu tenang itu.

 

“Dua alat bukti sudah ada, kerugian miliaran, tapi tetap tidak bergerak. Kami khawatir nanti ada yang dikorbankan padahal tidak menikmati apa-apa,” ujar Lutfi.

Nada suaranya mirip guru BP yang sudah terlalu sering memberi peringatan, tapi muridnya tetap saja ketahuan bolos.

 

‘Selamat Ulang Tahun Kasus PMK’, Kata Warga — Lengkap Dengan Tanggal Perayaan

 

Di tengah stagnasi yang lebih dingin dari freezer daging sapi, seorang warga Kraksaan tampil sebagai “MC acara ulang tahun hukum”:

“Selamat ulang tahun kasus PMK Dinas Pertanian yang ke-1. 21 Desember 2024 – 21 Desember 2025.”Kue ulang tahunnya? Entahlah.

Yang jelas lilinnya sudah dinyalakan sejak lama, tapi harapan publik belum juga padam—meski nyaris.

Kasus ini sebelumnya disebut-sebut akan segera “diakselerasi” setelah Kejaksaan melakukan penggeledahan di Dinas Pertanian pada Desember 2024. Dokumen disita, laptop diangkut, spanduk optimisme dibentangkan.

Hasilnya? Satu tahun kemudian, ceritanya masih bertema sama: “sedang diproses”.

Alasan Hambatan: Klise Lama, Dikemas Baru

Kasintel Kejari yang baru, Taufik Eka Purwanto, mengatakan kasus ini terkendala banyaknya perkara dan saksi-saksi yang kompleks.

Publik pun mengangguk—bukan karena paham, tapi karena sudah terlalu sering mendengar template kalimat itu dari berbagai kasus di negeri ini.

 

Publik Mulai Bertanya: Siapa Penulis Skenario Drama Sunyi Ini?

Pertanyaan masyarakat kini semakin filosofis:

Kalau katanya dua alat bukti ada, mengapa kasus tak bergerak?

Kalau satu tahun belum cukup, mau tunggu sampai cicilan rumah lunas?

 

Kalau pemeriksaan saksi rumit, mungkinkah sedang disederhanakan… sampai jadi diam?

 

Tak ada yang berani menjawab.

Bukan karena tidak tahu, tapi karena tidak ada yang bicara.

Akhirnya, Kasus PMK Jadi Maskot Baru Lambannya Penegakan Hukum

 

Hingga 8 Desember 2025, tidak ada tersangka. Tidak ada perkembangan menonjol.

Yang ada hanya publik yang semakin pintar melontarkan satire, dan aparat yang semakin ahli mengeluarkan jawaban hemat kalori informasi.

 

Kasus PMK kini bukan lagi sekadar perkara hukum.

Ia sudah naik pangkat menjadi maskot tahunan stagnasi, lengkap dengan slogan:

 

“Penyelidikan jalan terus… tapi jalannya pakai rem tangan.”

 

Jika tidak ada kejutan dalam waktu dekat, bukan mustahil kasus ini akan kembali merayakan ulang tahunnya yang kedua—dengan kue lebih besar, lilin lebih banyak, dan harapan yang semakin tipis.

 

Yang jelas: publik sudah berhenti menunggu kecepatan. Sekarang mereka menunggu kejujuran.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *