Pengadaan Kolam Ikan di Desa Betro Diduga Menyimpang, Pokmas Hanya Bisa Pasrah

Sidoarjo – Program pemberdayaan pembudidaya ikan kecil dari Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo di Desa Betro, Kecamatan Sedati, menuai sorotan. Realisasi proyek dinilai tidak sesuai dengan proposal awal yang diajukan kelompok masyarakat (pokmas) setempat.

 

Dalam proposal, pokmas Desa Betro mengajukan anggaran sekitar Rp130 juta untuk membangun 6 unit kolam fiber, lengkap dengan sumur bor dan pompa air permanen. Namun, hasil di lapangan berbeda. Berdasarkan papan proyek, kontrak senilai Rp74.321.654,00 hanya menghasilkan kolam terpal bioflok tanpa sumur bor. Proyek tersebut dikerjakan CV Andalan Delta melalui APBD 2025.

 

Dwiki, anggota Pokmas Desa Betro, menuturkan bahwa masyarakat hanya bisa menerima hasil yang diberikan. “Kami saat ini hanya menerima apa yang sudah terlihat. Yaitu 3 unit kolam terpal diameter 3 meter, 3 unit kolam terpal diameter 2 meter, 47 sak pakan, pompa air, aerator, dan sekitar 16.800 ekor ikan. Untuk sumur permanen ya bikin sendiri,” ujarnya.

 

Seorang warga Dusun Kepuh menambahkan, nilai proyek terlalu besar dibanding hasil yang diterima. “Kalau saya yang bikin, totalnya sekitar Rp24 juta. Tapi ini anggarannya Rp74 juta, pasti ada sisa banyak. Itu larinya ke mana?” ucapnya.

 

Dinas Perikanan Sidoarjo membantah adanya penyimpangan. Menurut Dika, pihak dinas sudah menyampaikan dalam pelatihan bahwa kolam dibuat dari terpal karena efisiensi anggaran. “Anggaran yang tertera di papan proyek itu sudah sesuai. Mekanisme penunjukan penyedia (pihak ketiga) melalui aplikasi Inaproc” tegasnya.( tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *