Kepala SDN Tambak Sawah Angkat Bicara Soal ODL Dua Kali Setahun. Demi Prestasi Murid
Sidoarjo Cakranusantara – Kebijakan Outing Day Learning (ODL) yang diterapkan oleh SDN Tambak Sawah, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, menuai protes dari sejumlah wali murid. Dengan biaya Rp235.000 per siswa dan Rp180.000 untuk pendampingan orang tua, kegiatan yang digelar dua kali dalam setahun ini dianggap memberatkan anggaran keluarga.
Keresahan ini diungkapkan salah seorang wali murid saat sosialisasi ODL pada Selasa, 9 September 2025. “Ini seperti dipaksa menabung sambil berutang!” keluhnya, menggambarkan betapa beratnya biaya yang harus ditanggung. Ia menambahkan, dengan biaya per siswa Rp235.000 dan wali murid Rp180.000, pengeluaran ini sangat memberatkan, apalagi ODL sebelumnya sudah diadakan pada bulan Mei dan akan kembali digelar pada Oktober.
Wali murid tersebut, yang memiliki tiga anak bersekolah, merasa keberatannya tidak mendapat penjelasan memadai dari pihak sekolah. “Dalam sosialisasi tadi, saya tidak menerima penjelasan yang baik, terkesan dipaksakan. Ini sangat berat karena saya punya anak tiga yang semuanya sekolah. Apalagi kemarin habis PPDB, belum lagi beli LKS,” ujarnya geram.
Wali murid lain juga mempertanyakan efektivitas ODL yang dinilai tidak masuk dalam kurikulum dan berharap kegiatan bisa ditunda. “Kalau bisa ditunda sampai tahun depan biar bisa menabung, kalau seperti ini saya bingung mencarikan uang,” kata seorang wali murid yang enggan disebut namanya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Sekolah SDN Tambak Sawah, Gemi Ismawati, saat ditemui di kantornya,Kamis (11 September -2025), memberikan klarifikasi. Menurutnya, tujuan ODL, seperti yang disampaikan oleh Humas SDN Tambak Sawah, adalah untuk meningkatkan prestasi murid agar mendapatkan nilai terbaik, sehingga harapan untuk masuk SMPN lebih terbuka. “Mohon maaf, rata-rata kehidupan orang tua murid ekonominya menengah ke bawah, sekitar 75% bekerja di pabrik. Jadi, orang tua murid sangat berharap anaknya bisa sekolah di SMPN,” jelas Gemi.
Menanggapi pertanyaan mengapa ODL diadakan dua kali dalam tahun yang sama, Gemi Ismawati menjelaskan, “Untuk ODL yang tahun kemarin itu kami undur pada tahun ini, karena tahun kemarin banyak hal-hal yang tidak bisa untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Insya Allah untuk selanjutnya pasti kegiatan ODL dilakukan satu tahun sekali.”
Gemi juga menambahkan bahwa keikutsertaan dalam ODL tidak bersifat wajib. “Kalau ada wali murid yang keberatan, monggo tidak ikut juga tidak apa-apa. Tapi untuk nilai kegiatan tersebut nol, karena kegiatan ini termasuk kurikuler,” ungkapnya. Ia menekankan bahwa ODL memberikan nilai tambahan bagi anak yang berprestasi, mengingat jalur masuk SMPN yang bisa didaftarkan hanya melalui jalur prestasi dan afirmasi. “Kalau lewat zonasi itu kemungkinan besar tidak bisa masuk,” pungkasnya, mengisyaratkan pentingnya nilai tambahan dari kegiatan seperti ODL.

