LSM FAAM Siap Gemparkan Polres Mojokerto dengan Aksi Demo Besar-besaran

Mojokerto, Jawa Timur – Gelombang protes siap menerjang Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Mojokerto Kabupaten! Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Aspirasi & Advokasi Masyarakat (FAAM) berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada 21 Agustus 2025. Aksi ini adalah bentuk perlawanan terhadap maraknya aktivitas tambang ilegal (galian C) yang meresahkan masyarakat, merusak lingkungan, dan menghancurkan hutan di Kabupaten Mojokerto.

 

Menurut surat pemberitahuan yang ditujukan kepada pihak kepolisian dan ditandatangani oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM FAAM, aksi ini didasari oleh belum adanya tindakan tegas dari pihak terkait terhadap aktivitas tambang ilegal tersebut. Sekretaris Jenderal DPP LSM FAAM, Zainuddin, S.Pd.I, membenarkan rencana aksi ini.

 

“Pemberitahuan aksi ini kami tujukan kepada Kapolres Mojokerto, karena hingga saat ini surat pengaduan kami tidak pernah direspons. Maraknya tambang ilegal ini telah merusak lingkungan dan hutan,” ujar Zainuddin.

 

LSM FAAM juga menyampaikan bahwa aksi ini merujuk pada Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, pada Sidang Tahunan MPR/DPR RI tanggal 15 Agustus 2025, yang menekankan perlunya penindakan tegas terhadap tambang-tambang ilegal demi menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.

 

Aksi akan berlangsung pada 19, 20, dan 21 Agustus 2025, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, di depan Polres Mojokerto Kabupaten. Massa aksi akan membawa mobil komando, alat pengeras suara, dan bendera.

 

Tuntutan utama dalam aksi ini meliputi:

 

1. Menindak tegas seluruh tambang ilegal (galian C) di Kabupaten Mojokerto sesuai amanat Presiden RI.

 

2. Mencopot Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kabupaten dan Kanit Tipidter Satreskrim Polres Mojokerto Kabupaten karena dinilai tidak tegas terhadap pelaku penambangan galian C ilegal.

 

3. Melindungi hutan dan alam Kabupaten Mojokerto dari perusakan dan eksploitasi ilegal.

 

“Kami menghimbau kepada rekan-rekan media Mojokerto untuk bisa meliput aksi kami di depan Polres Kabupaten Mojokerto. Kami berkomitmen kepada masyarakat Mojokerto untuk mengupas tuntas kinerja kepolisian yang tidak tegas dalam penindakan hukum kepada para penambang ilegal,” tegas Zainuddin.

 

Dengan semangat membara, LSM FAAM siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam Mojokerto. Aksi ini bukan hanya sekadar demonstrasi, tetapi juga panggilan jiwa untuk melindungi bumi dari tangan-tangan serakah. Mari kita saksikan bersama, bagaimana suara kebenaran akan bergema di depan Polres Mojokerto!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *