KONTROVERSI TPA WONOKERTO Berapa Kali Lagi Bupati Akan Menandatangani Kerja Sama Sampah?

OPINI PUBLIK • SERI 10
KONTROVERSI TPA WONOKERTO
Berapa Kali Lagi Bupati Akan Menandatangani Kerja Sama Sampah?
Kajian berbasis data resmi Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan pemantauan mandiri
Coba kita hitung bersama.
Tahun 2020. Pemerintah Kabupaten Pasuruan menandatangani kerja sama dengan Project STOP — program yang didukung perusahaan besar — untuk mengurangi sampah plastik di Kecamatan Lekok dan Nguling. Dibangun fasilitas pengolahan, warga dilatih memilah.
Ada pula program mengubah sampah menjadi bahan bakar bersama PT PLN, yang tercatat sebagai program unggulan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan.
Juni 2025. Bupati Rusdi Sutejo mengunjungi fasilitas pengelolaan sampah di kawasan industri, lalu menyatakan sistem pengelolaan sampah Kabupaten Pasuruan harus diperbaiki.
November 2025. Sebuah perusahaan swasta meresmikan fasilitas pengolahan sampah industri di Pasuruan. Bupati hadir dan memberikan apresiasi.
April 2026. Bupati menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan yang sama, untuk teknologi mengubah sampah menjadi bahan bakar. Janjinya: sampah bisa dikelola habis.
Lima langkah. Lebih dari enam tahun.
Dan hari ini, kita masih membicarakan persoalan yang sama.
Kami ingin berhati-hati di sini. Kami tidak mengatakan kerja sama itu salah. Menggandeng pihak lain adalah hal wajar dan sering memang diperlukan. Tidak ada pemerintah daerah yang bisa menyelesaikan sampah sendirian.
Yang kami tanyakan hanya satu, dan ini pertanyaan yang biasa ditanyakan orang mana pun:
Bagaimana hasil yang sebelumnya?
Sebab ada pola yang mulai terlihat, dan pola itu perlu dijelaskan:
Masalah muncul → kunjungan → penandatanganan → berita → dan masalah yang sama muncul lagi.
Kalau pola ini benar, maka yang perlu diperiksa bukan hanya kerja sama berikutnya.
Yang perlu diperiksa adalah cara pemerintah daerah menilai keberhasilan.
Menandatangani nota kesepahaman itu mudah. Ada acara. Ada foto. Ada berita.
Yang sulit adalah membuktikan hasilnya dua tahun kemudian — dan itulah yang belum pernah kita lihat.
Pertanyaan kami kepada Bupati Rusdi Sutejo:
1. Program bersama Project STOP sejak 2020 — bagaimana hasilnya hari ini? Berapa ton sampah berkurang? Fasilitasnya masih jalan?
2. Program bahan bakar dari sampah bersama PLN — sampai di mana? Kalau berhenti, mengapa, dan siapa yang mengevaluasi?
3. Berapa total anggaran daerah yang sudah dipakai mendukung program-program itu?
4. Apa pelajaran yang Bapak ambil dari yang sudah lewat?
5. Apa yang membuat Bapak yakin yang sekarang akan berbeda — selain karena teknologinya baru?
Warga tidak menagih Bapak untuk berhenti bekerja sama.
Warga menagih bukti bahwa kerja sama sebelumnya menghasilkan sesuatu.
FORMAT PASURUAN — Forum Rembuk Masyarakat Pasuruan
Ismail Makky, SE.SH., MM. — Ketua
