LSM GARDA NUSANTARA RESMI KELUARKAN ULTIMATUM TERKERAS UNTUK TAMBANG PASIR!”

Probolinggo — Senin 30 Maret 2026

Situasi di Tanjungrejo-tongas  resmi memasuki fase paling panas.

Ketidakhadiran pihak tambang pasir dalam agenda mediasi kembali menunjukkan pola yang sama: mengabaikan warga, menertawakan proses hukum, dan mempermainkan nasib masyarakat.

Namun kali ini, LSM Garda Nusantara tidak lagi berbicara sebagai lembaga biasa.

Mereka bergerak sebagai pemegang kuasa penuh dari warga Tanjungrejo.

Dan ultimatum pun dikeluarkan.

Ketua Umum LSM Garda Nusantara, Suhadak, S.H., dalam nada menghentak, menyatakan:

“Kami ini penerima kuasa penuh dari warga! Ketika tambang sengaja mangkir, itu berarti mereka menghina warga Tanjungrejo dan melecehkan mekanisme hukum. Cukup sudah! Jika hari ini mereka masih bermain-main, kami akan laporkan langsung ke MABES POLRI!” Pernyataan ini membuat suasana langsung memanas.

Semua anggota yang hadir terdiam mendengar ultimatum tersebut.

Suhadak kembali mengeraskan suara:

“Saya tegaskan: masyarakat tidak boleh tunduk kepada mafia yang merusak ekologi dan menindas warga! Bila pihak tambang masih melarikan diri dari tanggung jawab, maka kami sendiri yang akan membawa seluruh berkas, bukti, dan kesaksian warga langsung ke Mabes Polri! Tidak ada kompromi!”

Baginya, sudah terlalu lama warga dipaksa menunggu keadilan sementara pihak tambang seolah memiliki hak istimewa untuk mangkir sesuka hati.

Dengan mandat resmi di tangan LSM Garda Nusantara, langkah ke Mabes Polri bukan ancaman kosong.

Ini adalah peringatan keras, sebuah ultimatum:

Jika tambang tidak siap berdialog, maka tambang harus siap berurusan dengan penegak hukum pusat Warga Tanjungrejo tidak lagi berjuang sendiri.

Ada lembaga yang berdiri paling depan — dan kali ini, mereka benar-benar siap melangkah jauh.

“Untuk pihak tambang: kesempatan Anda sudah habis.

Hormati warga atau berhadapan dengan hukum negara di tingkat tertinggi.

Kami bergerak demi masyarakat Tanjungrejo. Titik.”ujar Ketua umum LSM garda nusantara dengan nada geram sambil mengakhiri briefing anggotanya(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *