pemuda Pancasila PAC cerme bersama Abah Mujiono Jambu memberikan donasi untuk TPQ Darul Ilmi cerme Kidul

 

GRESIK – Di tengah masih banyaknya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang mengandalkan swadaya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan operasional, kepedulian berbagai elemen masyarakat menjadi salah satu penopang keberlangsungan pendidikan keagamaan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pemuda Pancasila (PP) PAC Cerme bersama tokoh masyarakat yang akrab disapa Abah Mujiono Jambu menyalurkan bantuan donasi kepada TPQ Darul Ilmi di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Penyaluran bantuan ini tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga diharapkan mampu menjawab sebagian kebutuhan TPQ dalam mendukung proses belajar mengajar para santri. Meski nilainya tidak diungkapkan kepada publik, bantuan tersebut diharapkan benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan lembaga.

Ketua PP PAC Cerme Ali Fahrudin mengatakan kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap dunia pendidikan keagamaan.

“Kami ingin kehadiran Pemuda Pancasila benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bantuan ini memang tidak menyelesaikan seluruh kebutuhan TPQ, tetapi kami berharap dapat meringankan beban pengurus dan menjadi penyemangat bagi para santri,” ujarnya

Senada dengan itu, Abah Mujiono Jambu menilai pembangunan karakter generasi muda harus dimulai dari pendidikan agama sejak dini.

“Anak-anak adalah investasi masa depan. Ketika mereka mendapatkan pendidikan agama yang baik, maka kita sedang menyiapkan generasi yang berakhlak dan bermanfaat bagi bangsa. Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan menginspirasi pihak lain untuk ikut peduli,” tuturnya.

Di sisi lain, sejumlah pengurus TPQ mengakui bahwa lembaga pendidikan Al-Qur’an masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari sarana belajar hingga kebutuhan operasional sehari-hari. Karena itu, dukungan dari masyarakat, organisasi kemasyarakatan, maupun para dermawan dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan nonformal tersebut.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan keagamaan demi meningkatkan kualitas pembinaan generasi muda di Kecamatan Cerme.

(Adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *