Jangan Jadikan Pasuruan Timur Halaman Belakang Kabupaten! Bupati Diminta Hadir, Bukan Sekadar Memberi Janji

 

OPINI FORMAT PASURUAN — SERI 8
SERUAN UNTUK BUPATI PASURUAN: TOLONG JANGAN SAMPAI LEPAS TANGAN UNTUK PASURUAN TIMUR
Apapun yang terjadi. Dan dalam kondisi bagaimanapun. Warga Alastlogo adalah masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Tujuh seri sudah FORMAT Pasuruan tuliskan. Tujuh kali pertanyaan diajukan. Tujuh kali publik menagih penjelasan.
Seri kedelapan ini berbeda.
Ini bukan lagi pertanyaan.

Ini seruan.
Bapak Bupati Rusdi Sutejo.
Kami tahu Kabupaten Pasuruan luas. Kami tahu Bapak memimpin puluhan kecamatan, ratusan desa, dan jutaan urusan yang harus dibagi dalam dua puluh empat jam yang sama untuk semua orang.

Kami tahu Pasuruan Timur — Lekok, Nguling, dan sekitarnya — bukan wilayah yang paling dekat dari pusat pemerintahan. Bukan wilayah yang paling sering muncul di baliho peresmian. Bukan wilayah yang paling banyak dilirik investor.

Tapi izinkan FORMAT Pasuruan mengingatkan satu hal yang sederhana, yang seharusnya tidak perlu diingatkan sama sekali:
Apapun yang terjadi, dan dalam kondisi bagaimanapun, warga Alastlogo adalah masyarakat Kabupaten Pasuruan.
Mereka bukan warga negara kelas dua karena tinggal di ujung timur.

Mereka bukan prioritas yang bisa ditunda karena persoalannya rumit, karena melibatkan institusi militer, karena penyelesaiannya butuh keberanian lebih dari sekadar meresmikan proyek.

Mereka adalah bagian dari Kabupaten Pasuruan yang sama, yang Bapak sumpah untuk pimpin dan layani sepenuhnya, sejak hari pertama dilantik.

Kami sudah menuliskan bagaimana krisis demi krisis dihadapi tanpa kehadiran Bapak secara langsung.

Kami sudah menuliskan bagaimana janji kampanye yang dulu disuarakan lantang di Pasuruan Timur, kini ditunggu realisasinya.
Kami sudah menuliskan kontras antara kehadiran untuk investasi, untuk mitra korporasi, untuk seremoni pembangunan — dengan ketidakhadiran saat rakyat sendiri menutup jalan karena merasa keselamatan mereka terancam.

Hari ini, FORMAT Pasuruan tidak ingin menambah daftar pertanyaan itu.

Hari ini, kami hanya ingin menyerukan satu permintaan yang paling mendasar:
Tolong, Bapak Bupati, jangan sampai lepas tangan untuk Pasuruan Timur.
Jangan biarkan jarak geografis menjadi alasan jarak perhatian.

Jangan biarkan rumitnya persoalan menjadi alasan untuk terus menunda kehadiran.
Jangan biarkan Alastlogo, Sumberanyar, dan desa-desa lain di Lekok serta Nguling merasa bahwa mereka hanya diingat ketika mereka menutup jalan — dan dilupakan lagi begitu jalan itu dibuka kembali.

Warga Alastlogo tidak meminta keajaiban.
Mereka hanya meminta apa yang menjadi hak paling dasar setiap warga negara: diperlakukan setara, didengar secara langsung, dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh oleh pemimpin yang mereka percayai lewat suara mereka sendiri.

FORMAT Pasuruan akan terus mengawal ini — bukan karena ingin menjatuhkan, tapi karena kami percaya Kabupaten Pasuruan hanya bisa disebut utuh jika seluruh wilayahnya, termasuk yang paling timur sekalipun, benar-benar dianggap bagian dari rumah yang sama.

Pasuruan Timur menunggu, Bapak Bupati.
Bukan menunggu proyek baru. Bukan menunggu janji baru.
Menunggu kehadiran yang sudah sepatutnya mereka terima sejak awal.

PASURUAN– 2 Agustus 2026

Oleh; Ismail Makky, SE. SH., MM. (Ketua)
FORMAT Pasuruan (Forum Rembuk Masyarakat Pasuruan) — memantau dan mengawal akuntabilitas publik di Kabupaten Pasuruan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *