Jalan Dibiarkan Hancur, Warga Murka! Desa Tanjungrajo Blokade Total Akses Utama

Tanjungrajo — Kesabaran warga Desa Tanjungrajo akhirnya runtuh. Bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan rusak parah tanpa kepastian perbaikan, masyarakat kini memilih bertindak tegas dengan memblokir total akses jalan utama desa.

Aksi ini bukan sekadar protes biasa, melainkan ledakan kekecewaan atas infrastruktur yang dinilai kian membahayakan. Jalan dipenuhi lubang menganga, genangan air menutupi permukaan, serta kerusakan yang terus memburuk tanpa penanganan nyata.

Jalur yang seharusnya menjadi urat nadi aktivitas warga kini berubah menjadi ancaman serius. Sejumlah pengendara dilaporkan terjatuh, kendaraan rusak, hingga aktivitas ekonomi masyarakat terganggu drastis.

Dengan menggunakan ranjang dan material seadanya, warga menutup jalan tanpa kompromi. Dampaknya, arus lalu lintas lumpuh total dan antrean kendaraan mengular panjang dari dua arah.

“Ini bukan lagi soal sabar, ini soal keselamatan dan nyawa kami!” teriak salah satu warga dengan nada penuh emosi.

Warga menilai pemerintah seolah tutup mata terhadap kondisi tersebut. Berbagai laporan dan keluhan yang telah disampaikan sebelumnya dinilai tak pernah membuahkan hasil konkret.

Situasi semakin diperparah dengan dugaan aktivitas kendaraan berat yang setiap hari melintas. Kendaraan tersebut disebut-sebut menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan yang semakin parah.

“Kalau dibiarkan, ini bukan lagi jalan, tapi kubangan maut,” ujar warga lainnya.
Aparat sempat turun ke lokasi untuk meredam situasi, namun warga tetap bertahan. Mereka menegaskan tidak akan membuka blokade sebelum ada kepastian nyata dari pihak terkait.
Salah satu warga, Misgianto, saat diwawancarai awak media berharap pemerintah segera melakukan perbaikan jalan secara serius dan menyeluruh, bukan sekadar solusi sementara.
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan tuntutan tegas:

Perbaikan total, bukan tambal sulam

Penertiban kendaraan berat perusak jalan

Kepastian waktu pengerjaan, bukan sekadar janji

Masyarakat bahkan mengancam akan memperluas aksi dengan jumlah massa lebih besar jika tuntutan kembali diabaikan.
Peristiwa ini menjadi sorotan serius dan mencerminkan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap penanganan infrastruktur.

“Jangan tunggu korban lebih banyak. Kesabaran kami ada batasnya,” tegas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah maupun perusahaan tambang yang diduga berkontribusi terhadap kerusakan jalan belum memberikan klarifikasi resmi.

(Tim–Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *