Skandal Makan Bergizi Mojokerto: Anak SD Diduga Dicekoki Telur Busuk, SPPG Roro Kemuning Disorot Keras
Skandal Makan Bergizi Mojokerto: Anak SD Diduga Dicekoki Telur Busuk, SPPG Roro Kemuning Disorot Keras
Mojokerto || Cakra Nusantara –
Program Makan Bergizi (MBG) yang seharusnya menjadi simbol kepedulian terhadap tumbuh kembang anak justru berubah menjadi dugaan skandal memalukan. SPPG Roro Kemuning di Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, kini menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa siswa SDN 1 Temuireng diduga menerima telur berbau busuk dalam paket makan gratis.
Alih-alih menghadirkan asupan sehat dan layak konsumsi, menu yang dibagikan kepada anak-anak justru dipersoalkan kualitasnya. Sejumlah wali murid mengaku mendapati telur yang aromanya menyengat dan kondisinya tidak segar. Yang lebih memprihatinkan, makanan tersebut sudah sempat dikonsumsi oleh siswa di lingkungan sekolah.
“Ini bukan soal rasa, ini soal keselamatan anak-anak kami,” tegas salah satu wali murid dengan nada kecewa dan marah.
Dugaan ini memantik pertanyaan besar tentang pengawasan dan integritas pengelolaan program. Bagaimana bahan makanan bisa lolos tanpa pemeriksaan kelayakan? Apakah standar mutu benar-benar diterapkan? Atau justru ada kelalaian serius dalam proses pengadaan dan distribusi?
Program makan bergizi bukan proyek coba-coba. Ini menyangkut kesehatan generasi muda. Telur yang tidak segar berisiko menyebabkan gangguan pencernaan hingga keracunan makanan. Jika benar terjadi pembiaran atau pengabaian standar demi efisiensi biaya, maka hal tersebut bukan sekadar kesalahan administratif—melainkan kelalaian yang berdampak langsung pada anak-anak.
Publik kini mendesak instansi terkait di Kabupaten Mojokerto untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap operasional SPPG Roro Kemuning. Transparansi pengadaan bahan baku, prosedur kontrol kualitas, serta mekanisme distribusi harus dibuka ke publik. Aparat penegak hukum pun diminta turun tangan jika ditemukan unsur pelanggaran.
Hingga saat ini, pihak pengelola SPPG Roro Kemuning belum menyampaikan klarifikasi resmi. Sikap diam di tengah polemik hanya memperbesar tanda tanya dan memperdalam kekecewaan masyarakat.
Program makan bergizi adalah amanah publik. Jika dalam pelaksanaannya justru muncul dugaan penyajian makanan tak layak kepada anak sekolah dasar, maka evaluasi keras dan tindakan tegas bukan lagi pilihan—melainkan keharusan.

