LSM FAAM ( FORUM ASPIRASI & ADVOKASI MASYARAKAT ) NIAT DEMO POLRES MOJOKERTO MALAH BELOK MENJADI AJANG MAKAN MAKAN.
Mojokerto., LSM FAAM (Forum Aspirasi & Advokasi Masyarakat ) mengajak awak media dari bebagai redaksi untuk mendatangi Polres Mojokerto Kota, tujuannya melakukan Demontrasi terkait masalah tambang Uruk dan batuan yang saat ini sudah menjadi sorotan publik, kedatangan LSM FAAM Surabaya berserta awak media ke Polres Mojokerto kota untuk bertujuan meminta klarifikasi dan transparasi terkait operasional tambang Uruk dan batuan mengenai legalitas perizinannya.
Tujuan demontrasi ke Polres Mojokerto Kota ini karena LSM FAAM Surabaya telah menerima aduan masyarakat yang terdampak dengan aktivitasnya tambang Uruk dan batuan, yang bisa mengakibatkan kerusakan terhadap lingkungan, serta sangat mengganggu kesehatan terhadap masyarakat sekitar.
Kedatangan LSM FAAM beserta awak media berupaya untuk mendapatkan informasi yang kredibel dan jelas terkait permasalahan aktivitas penambangan ini, karena beberapa waktu yang lalu sudah pernah di adukan , tetapi sampai saat ini dari pihak Polres Mojokerto Kota belum ada tindakan sama sekali.
Dalam hal ini LSM FAAM beserta wartawan wartawati dari berbagai media berniat melakukan Demontrasi ke Polres Mojokerto Kota.


Untuk melakukan Demontrasi ke polres Mojokerto Kordinator lapangan Indra Sutanto ( LSM FAAM Mojokerto ) mengintruksikan kepada peserta demo untuk berkumpul di Terminal Bis Mojokerto. setelah ada intruksi dari korlap peserta demo satu persatu berdatangan ke terminal Mojokerto sesuai arahan , kurang lebih ada 30 orang ikut demo, setelah kumpul semua Kordinator lapangan ( Indra Sutanto ) memberikan intruksi untuk segera berangkat ke Polres , namun di cegah oleh Kanit Intel polres Mojokerto ” saya mohon kepada saudara semua agar jangan melakukan demo , mari kita duduk bersama untuk berbicara baik baik , ujarnya pada semua peserta aksi demo, tetapi dari LSM FAAM ngotot dan bersikeras untuk berangkat ke Polres agar demo tetap akan di lakukan ” pembicaraan seperti ini nanti nya seperti kemarin kemarin yg pernah kita dengarkan ” ujar salah satu perwakilan dari LSM FAAM .
Dengan semangat peserta aksi demo akhirnya semua berangkat menuju polres Mojokerto, sebelum sampai di tujuan , peserta aksi demo ternyata tidak menuju Polres Mojokerto melainkan belok ke RESTO REJOYO KEBON PRING, setelah sampai di Resto peserta aksi demo lupa akan tujuannya setelah melihat ikan bakar, paha ayam, daging empal, maka dengan rasa lapar terjadilah MAKAN BERSAMA.
Setelah makan bersama dan merasa kenyang peserta aksi demo yang tidak jadi demo menunggu kedatangan KASAT Reskrim Mojokerto Kota ( AKP Fauzy Pratama ), setelah menunggu beberapa jam akhirnya Kasat Reskrim datang langsung menemui peserta demo yang tidak jadi demo, dan di sambut oleh anggota LSM FAAM sebagai perwakilan.
Untuk selanjutnya Kasat Reskrim ( AKP Fauzy Pratama ) mengajak semuanya untuk duduk bersama membahas dan menerima aspirasi dan tujuan dari peserta demo yang tidak jadi demo, di dalam pertemuan tersebut Kasat Reskrim ( AKP Fauzy Pratama ) mengatakan bahwa untuk permasalahan ini beliau menyatakan kesediaannya untuk klarifikasi dan menindaklanjuti atas laporan dan tuntutan dari LSM FAAM dan Masyarakat, ucapnya pada awak media.
Yang menjadi tanda tanya dalam pertemuan Kasat Reskrim dan LSM FAAM selaku penggagas aksi demo , pihak Polres dan pihak LSM FAAM tidak menjelaskan secara detail hasil pembicaraannya, padahal LSM FAAM mulai awal yang paling ngotot untuk melakukan aksi demo, kenapa setelah pertemuan LSM FAAM kok seperti ayam sayur tidak ada suaranya , di sini wartawan wartawati bingung dan sangat kecewa dengan sikap dari LSM FAAM setelah pertemuan, dan menjadi pertanyaan besar dalam pertemuan tersebut, padahal wartawan wartawati dari berbagai media itu semua yg mengajak demo adalah LSM FAAM.
Setelah pertemuan dari pihak LSM FAAM langsung ngacir pulang dan tidak menghiraukan wartawan wartawati yang mereka ajak, padahal dalam perjanjian awal sebelum berangkat menuju Polres Mojokerto Kota pihak LSM FAAM melalui kordinator aksi ( Indra Sutanto ) mengatakan kepada semua awak media yang ikut aksi demo untuk akomodasi akan di tanggung oleh LSM FAAM.
Karena aksi demo tidak jadi di laksanakan dengan kata lain ada kesepakatan damai dari pihak Polres Mojokerto Kota dengan LSM FAAM ( dugaan ada dana yang di terima oleh LSM FAAM dari pihak Polres Mojokerto Kota) maka dari itu wartawan wartawati yang di ajak demo minta pertanggung jawaban dari LSM FAAM ” masak kita ini di ajak demo oleh LSM FAAM setelah hasil kita di telantarkan begitu aja. teriaknya dengan nada kecewa.
Untuk itu kami dari perwakilan rekan rekan media meminta kepada LSM FAAM untuk segera mengklarifikasi dengan yang sebenarnya hasil dari pertemuan tersebut, agar nanti tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan antara LSM FAAM dengan rekan rekan media yang mereka ajak berdemo tapi tidak terjadi berdemo.(Taufik)

