Diduga Proyek Siluman, Rehabilitasi Pustu Baujeng Beji Pasuruan Tanpa Penanggung Jawab di Lapangan

PASURUAN — Cakra Nusantara –Proyek rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) Baujeng Beji, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, yang saat ini sedang dikerjakan oleh CV. Kridha Agung dengan nilai kontrak sebesar Rp198 juta, menjadi sorotan publik setelah ditemukan kejanggalan di lapangan.

 

Pantauan sejumlah media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) pada Kamis, 16 Oktober 2025, menunjukkan bahwa di lokasi proyek tidak ditemukan satu pun pihak pelaksana atau mandor yang dapat memberikan keterangan resmi mengenai pekerjaan yang sedang berlangsung.

 

Proyek dengan papan nama bertuliskan “Rehab Pustu Baujeng Beji” tersebut berada di bawah tanggung jawab Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dengan masa kerja selama 60 hari, dimulai pada 3 Oktober 2025 dan berakhir 1 Desember 2025. Namun, hingga saat ini, tidak tampak adanya pengawasan yang jelas di lapangan.

 

Salah satu anggota LSM yang turut melakukan pemantauan mengatakan, kehadiran mereka bersama media hanyalah untuk memastikan transparansi proyek pemerintah.

 

> “Kami hanya ingin menanyakan siapa pelaksananya, siapa pengawasnya, dan bagaimana pelaksanaan teknisnya. Tapi justru tidak ada satu pun pihak yang mau memberi keterangan,” ujarnya dengan nada kecewa.

 

 

 

Hal serupa juga disampaikan salah satu wartawan yang mencoba meminta klarifikasi kepada para pekerja. Namun, jawaban yang diterima justru saling lempar dan tidak ada kepastian siapa penanggung jawab proyek tersebut.

 

> “Kami tanya ke salah satu pekerja, malah diarahkan ke orang lain. Bahkan ada pekerja yang balik bertanya kepada kami, ‘Sampean sebagai apa?’ seolah menantang legalitas kami sebagai media dan kontrol sosial,” ungkapnya.

 

 

 

Sikap tidak kooperatif tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa proyek senilai ratusan juta rupiah ini minim pengawasan dan berpotensi tidak transparan. Kondisi di lapangan dinilai memperlihatkan lemahnya koordinasi antara kontraktor, pengawas, dan instansi terkait.

 

Publik berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan segera memberikan klarifikasi resmi terkait kejelasan pelaksana proyek, agar tidak menimbulkan dugaan negatif di masyarakat bahwa proyek tersebut merupakan “proyek siluman” yang tidak terbuka terhadap pengawasan publik.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas terkait belum memberikan tanggapan resmi atas konfirmasi yang diajukan oleh media maupun LSM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *