Warga Dupak Bangunredjo Menganggap Permintaan Maaf Kepada Keluarga Pasien Hanya Basa-Basi.

Surabaya|| Cakranusantara.online –

Rabu 18 Juni 2025, Kepala puskesmas Dupak mendatangi rumah keluarga pasien yg meninggal dunia akibat kesengajaan pangalihan tanggung jawab dalam penanganan gawat darurat.

Kedatangan kepala puskesmas didampingi oleh Lurah Dupak dan RT-RW setempat.

Bahkan RW mencoba mengalihkan issue seolah-olah mereka ingin menjadi pahlawan kesiangan dengan mengatakan silahkan menghubungi saya jika butuh apapun.
Namun ditepis oleh RT bahwa ini darurat dan harusnya puskesmas yg menangani total.

Joko selaku suami pasien yg menemui pihak puskesmas dan lurah dupak dikediamannya mengatakan sangat kecewa sekali.

Ketua paguyuban warga dupak bangunredjo mengatakan bahwa permintaan maaf pihak puskesmas dupak tersebut, adalah lagu lama yg sering dilakukan stelah kejadian yg serupa berulang-ulang.

Maka keluarga pasien sepakat akan mengangkat permasalahan ini ke Pemkot dan Dinas Kesehatan Surabaya serta mengadu ke Anggota Dewan.Pungkasnya.

Masalah Berawal Kejadian dialami Joko Widodo.
warga Dupak Bangunrejo 1/32 RT.5 RW.5 kelurahan Dupak, kecamatan Krembangan yg meminta bantuan kepada dokter puskesmas Dupak untuk datang berkunjung kerumahnya agar memeriksa istrinya yg kondisinya parah dan sudah masuk dalam kategori gawat darurat.
Hal itu disertakan juga bukti foto yg dimana almarhummah istrinya lemes dan tak sadarkan diri. Namun oleh petugas/dokter dipuskesmas tersebut menyuruh Joko menghubungi 112.

Kemudian Joko pulang, lalu meminta bantuan Ketua RT.05 untuk meminta petunjuk dan akhirnya menghubungi 112.Sewaktu bantuan ambulance datang di rumah Joko, kondisi istrinya sudah tidak tertolong lagi dan jenazah dimakamkan ke TPU Mbahratu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *