“Curahtulis Probolinggo Jadi Jebakan Maut — Pemerintah Diam, Warga Jadi Korban”

Sebuah mobil L300 Nyangkut karena elevasi yang tidak layak gambar di ambil oleh Mcn online

Probolinggo-Mcn online jumat 12 Desember 2025 Proyek perbaikan perlintasan rel di Curahtulis, Tongas, Kabupaten Probolinggo, resmi berubah menjadi bencana buatan manusia.

Jalan nasional dibongkar, ditinggalkan, tanpa rambu, tanpa pengamanan, tanpa pekerja, tanpa pengawas — dan tanpa sedikit pun rasa tanggung jawab dari pihak berwenang Yang tertinggal hanya lubang besar, elevasi berbahaya, dan kecelakaan setiap hari.

Sementara pemerintah?

Hanya diam. Seolah nyawa warga tak lebih berharga daripada kerikil di proyek itu.

Dibongkar Cepat, Ditinggalkan Lebih Cepat — Ini Perbaikan atau Penghancuran?

Tim MCN Online dan beberapa LSM  memantau lokasi selama dua hari.

Hasilnya memalukan:

Jalan digali lalu dibiarkan terbuka,Permukaan rel dibikin terlalu tinggi,Pengendara motor dan mobil terperosok.

Tidak ada satu pun pekerja,Tidak ada rambu keselamatan,Tidak ada aparat menjaga.

Pertanyaannya sederhana dari masyarakat

Apakah ini yang disebut proyek perbaikan, atau justru penghancuran fasilitas publik?

Karena faktanya, kondisi setelah “perbaikan” ini lebih berbahaya daripada sebelum dibongkar.

Korban Bertumbangan — Pemerintah Probolinggo Masih Sibuk Diam,

MCN online mencatat beberapa pengendara jatuh dalam dua hari pemantauan,

Salah satunya seorang perempuan pengendara PCX yang tersungkur di belakang truk.

Sementara itu, sopir L300 tersangkut di tengah rel — sebuah kejadian yang membuktikan bahwa pekerjaan ini bukan salah sedikit, tapi salah secara brutal.

Sopir itu bahkan menegaskan:

> “Kalau mau dibenerin ya benerin! Kalau nggak, tutup sekalian! Jangan begini, ini jebakan!”ujar pengendara dengan nada kesal

Keluhan-keluhan seperti ini bukan lagi sekadar sindiran,

ini teriakan frustasi warga terhadap pemerintah yang tak kunjung muncul.

Pemerintah Probolinggo dan Instansi Terkait: Menghilang Secara Kolektif

Yang membuat kondisi ini makin menyedihkan adalah fakta bahwa semua instansi yang seharusnya menjaga keselamatan publik kompak tidak hadir:

Pemkab Probolinggo,Dinas PUPR Kabupaten

Dinas PUPR Provinsi,Polres Probolinggo

Polda Jawa Timur,PT KAI,Kontraktor pelaksana yang entah siapa

Semua lenyap,Semua sunyi,

Semua seperti tidak merasa bersalah.

Apakah mereka tidak melihat? Atau pura-pura tidak lihat?

Warga setiap hari jatuh, terpeleset, tersangkut.

Tapi respons pemerintah justru seperti ini bukan masalah serius.

Padahal ini jalan nasional jalur utama titik rawan kecelakaan.

Dan pemerintah Probolinggo?

Hanya memandang dari kejauhan — atau bahkan tidak memandang sama sekali.

Curahtulis Sekarang Adalah Simbol Gagalnya Pengawasan Pemerintah

Tidak perlu teori rumit,

Tidak perlu seminar keselamatan.

Cukup datang ke lokasi, dan Anda akan melihat:

Jalan rusak yang seharusnya tidak rusak.

Pekerjaan yang seharusnya berlanjut, tapi berhenti total.

Rambu yang seharusnya terpasang, tapi hilang.

Petugas yang seharusnya berjaga, tapi tidak ada.

Ini bukan hanya kelalaian.

Ini adalah kegagalan pengawasan yang terang-terangan.

Jika sebuah pekerjaan sekecil ini saja tidak bisa diawasi, bagaimana mereka bisa mengawasi proyek-proyek besar lainnya?

Masyarakat Bukan Boneka — Warga Menuntut Pemerintah Bangun dari Tidur

Setiap hari masyarakat melewati perlintasan itu dengan rasa takut.

Setiap hari mereka berharap tidak jatuh.

Setiap hari mereka berharap tidak tersangkut.

Setiap hari mereka berharap ada perubahan.

Tapi perubahan tidak datang-datang.

Bukan karena tidak bisa, tapi karena pemerintah tidak mau peduli.

Warga punya hak untuk marah.

Warga punya hak untuk menuntut.

Warga punya hak untuk menyatakan bahwa ini tidak bisa dibiarkan.

MCN Online Mendesak Tindakan Nyata, Bukan Janji Kosong

MCN Online dan semua penggiat di Pasuruan Probolinggo menuntut

1. PUPR Kabupaten & Provinsi turun hari ini juga.

2. PT KAI memberikan penjelasan terbuka tentang progres proyek.

3. Polres Probolinggo memasang rambu keselamatan sementara.

4. Kontraktor segera melanjutkan pekerjaan atau diganti.

5. Audit menyeluruh atas kelalaian yang terjadi.

Karena jika pemerintah tidak mau bergerak, maka publik berhak menyimpulkan Bahwa di Curahtulis, keselamatan rakyat pernah dibiarkan begitu saja. Dan ingatan itu tidak akan hilang.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *