Sinergi Babinsa dan Warga Desa Ngadiwono Tekan Angka Stunting
PASURUAN – Upaya percepatan penanganan stunting terus dilakukan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Salah satunya melalui kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 yang digelar di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Rabu (20/5/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan, hingga TNI.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 0819/26 Tosari, Serma Hardika, turut hadir dan melakukan pendampingan sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menekan angka stunting di wilayah binaan.
Kegiatan rembuk stunting dihadiri perwakilan Kecamatan Tosari Marjoko, Kepala Desa Ngadiwono Atim Priyono, Bidan Puskesmas Tosari Hayu Nurma, Bidan Desa Ngadiwono Septia Rahayu, Pendamping Desa Dwi Kartika Sari, SE, perangkat desa, serta kader Posyandu Desa Ngadiwono.
Kepala Desa Ngadiwono, Atim Priyono, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak. Karena itu, penanganan stunting menjadi program prioritas yang harus dilakukan secara bersama-sama.
Ia menyebut, pada tahun 2025 terdapat satu anak yang terindikasi stunting di Desa Ngadiwono. Pihaknya berharap angka tersebut dapat ditekan hingga nol kasus pada tahun 2026 melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat.
Sementara itu, Serma Hardika menegaskan komitmen TNI melalui peran Babinsa untuk terus mendukung program percepatan penurunan stunting di wilayah pedesaan.
Menurutnya, pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat.
“Melalui rembuk stunting ini diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, sehingga generasi penerus di Desa Ngadiwono dapat tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Serma Hardika.

