Diduga Alami Tekanan Jiwa, Anak Bakar Rumah Sendiri di Malam Penuh Takbir

 

PASURUAN – Suasana khidmat di malam penghujung Ramadan yang diiringi lantunan takbir mendadak berubah mencekam setelah terjadi peristiwa pembakaran rumah di Dusun Korjo, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Jumat (20/3/2026) malam.

Kejadian sekitar pukul 21.00 WIB tersebut bermula dari cekcok antara seorang anak dengan bapaknya di tengah suasana malam takbiran yang seharusnya penuh kedamaian. Perselisihan yang memanas itu berujung pada tindakan nekat sang anak yang diduga sempat melakukan percobaan pembacokan terhadap ayahnya, namun gagal.

Tidak berhenti di situ, pelaku kemudian mengambil bensin dan menyiramkannya ke rumah sebelum akhirnya membakar tempat tinggal tersebut. Kobaran api yang membesar sontak membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri serta membantu proses pemadaman.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, pihak Trantib, serta Kepala Desa setempat, pelaku merupakan anak dari pemilik rumah tersebut. Diduga, pelaku mengalami tekanan jiwa yang dipicu persoalan keluarga hingga nekat melakukan aksi pembakaran.

“Pelaku merupakan anak dari pemilik rumah. Diduga ada tekanan jiwa akibat persoalan keluarga. Setelah kejadian, pelaku berhasil diamankan oleh warga dan langsung dibawa ke Polsek Pandaan,” ujar Kabid PPUD Suyono.

Tim gabungan segera turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kabid PPUD, Kasi Trantib Kecamatan Pandaan bersama dua staf, petugas Pemadam Kebakaran, relawan damkar, serta warga setempat yang turut membantu.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, satu orang warga dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi oleh tim medis dari Puskesmas Pandaan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas, dan situasi di lokasi berangsur kondusif. Sementara itu, pelaku kini telah diamankan di Polsek Pandaan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa ini menjadi ironi di tengah malam penuh kemenangan yang seharusnya diisi dengan kedamaian dan kebersamaan.

(Hr)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *