Pengisian Bolak-Balik di SPBU Balongbendo Bikin Geram, Operator Terancam Dipanggil

Sidoarjo || Cakra Nusantara –

Praktik dugaan “pengurasan” BBM bersubsidi kembali mencuat di wilayah Balongbendo, tepatnya di SPBU 54.612.26 yang berada di jalur strategis kawasan tersebut.

Aktivitas mencurigakan itu disebut-sebut berlangsung terang-terangan, melibatkan sejumlah sepeda motor bertangkai besar dengan pola pengisian bolak-balik, berulang kali, hingga memicu kemarahan warga sekitar.

Menurut keterangan sejumlah saksi, beberapa kendaraan roda dua dengan tangki modifikasi datang silih berganti. Mereka mengisi BBM, lalu keluar dari area pompa, memutar arah, dan kembali lagi untuk melakukan pengisian berikutnya.

Pola itu berlangsung berkali-kali, seolah tanpa pengawasan ketat. Operator yang bertugas saat itu, Wahyudi, disebut tetap melayani pengisian tersebut.

Ketika ditanya mengenai keberadaan pengawas SPBU, Wahyudi menjawab bahwa pengawas sedang tidak berada di tempat karena beristirahat.

Jawaban itu justru memantik kecurigaan. Pasalnya, dalam situasi distribusi BBM bersubsidi yang kerap menjadi sorotan, absennya pengawas di jam operasional dinilai sebagai celah yang berbahaya.

Sejumlah warga dan pengguna jalan yang melihat langsung kejadian itu mengaku resah. Mereka menduga praktik pengisian berulang tersebut berpotensi merugikan masyarakat umum, terutama jika BBM yang diisi adalah jenis subsidi.

“Kalau benar ini solar subsidi atau pertalite subsidi, lalu diborong dengan cara bolak-balik, siapa yang dirugikan? Ya masyarakat kecil,” ujar salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya.

Kemarahan warga bukan tanpa alasan. Di berbagai daerah, praktik serupa kerap dikaitkan dengan dugaan penimbunan dan penjualan kembali dengan harga lebih tinggi.

Peristiwa tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Balongbendo. Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh salah satu anggota yang disebut bernama Reza.

Namun, saat petugas tiba di lokasi, aktivitas pengisian berulang tersebut sudah tidak berlangsung. Diduga, kegiatan itu telah dibubarkan terlebih dahulu oleh operator.

Kedatangan aparat kepolisian hanya mendapati situasi SPBU dalam kondisi normal, tanpa adanya sepeda motor yang sebelumnya ramai melakukan pengisian bolak-balik.

Anggota Polsek Balongbendo, Reza, disebut menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap operator SPBU 54.612.26, Wahyudi, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk mengungkap apakah benar terjadi pelanggaran prosedur, kelalaian pengawasan, atau bahkan praktik yang melanggar hukum terkait distribusi BBM.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penyalahgunaan distribusi BBM di tingkat SPBU. Masyarakat mendesak agar pengelola SPBU lebih transparan dan memperketat pengawasan internal, terutama dalam mencegah praktik pengisian berulang yang mencurigakan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen SPBU 54.612.26 terkait insiden tersebut.

Warga berharap aparat penegak hukum benar-benar menindaklanjuti laporan ini secara serius dan terbuka, agar distribusi BBM berjalan adil serta tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *