Ketua Umum Redaksi Cakra Nusantara Serukan Pers Tetap Tajam, Independen, dan Berani Mengawal Kepentingan Publik

 

Gresik || Cakra Nusantara –

Momentum Hari Pers Nasional (HPN) kembali menjadi pengingat pentingnya peran pers sebagai garda terdepan penyampai informasi sekaligus kontrol sosial di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam peringatan tahun ini, Ketua Umum Redaksi Cakra Nusantara menyampaikan pandangan kritis sekaligus harapan besar terhadap masa depan pers Indonesia agar tetap kokoh menjaga integritas, independensi, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat luas.

Menurutnya, pers bukan sekadar penyampai berita, tetapi memiliki tanggung jawab historis dan moral dalam menjaga transparansi, mengawal demokrasi, serta memastikan suara masyarakat tidak tenggelam oleh kepentingan politik, ekonomi, maupun kekuasaan tertentu.

“Hari Pers Nasional harus menjadi momentum refleksi serius bagi insan pers. Pers tidak boleh kehilangan ketajamannya, tidak boleh tunduk pada tekanan kepentingan, dan tidak boleh terjebak pada pragmatisme ekonomi semata. Pers harus tetap independen, kritis, dan berpihak pada kebenaran serta kepentingan publik.” ucap ketua umum Redaksi Cakra Nusantara yang juga Ketua Umum DPP LSM Gempar.

Ia menilai tantangan dunia pers saat ini semakin kompleks. Selain menghadapi disrupsi digital, media juga harus berhadapan dengan maraknya disinformasi, polarisasi opini publik, hingga tekanan terhadap kebebasan pers yang dalam beberapa kasus masih terjadi.

Menurutnya, fenomena banjir informasi di era media sosial justru menuntut jurnalis semakin profesional dan disiplin dalam verifikasi data. Kesalahan kecil dalam pemberitaan bisa berdampak luas terhadap kepercayaan publik.

“Ketika hoaks bisa menyebar dalam hitungan detik, maka pers profesional harus hadir sebagai penjernih informasi. Tanpa integritas dan verifikasi yang kuat, media bisa kehilangan kepercayaan masyarakat, dan itu ancaman serius bagi demokrasi.” ucapnya tegas menambahkan.

Pers Harus Tetap Menjadi Kontrol Sosial
Ketua Umum Redaksi Cakra Nusantara juga menekankan bahwa fungsi kontrol sosial pers tidak boleh melemah.

Pers harus tetap berani mengungkap fakta, termasuk jika menyangkut penyimpangan kebijakan, ketidakadilan sosial, maupun praktik yang merugikan masyarakat.

Namun ia juga mengingatkan bahwa ketajaman kritik harus tetap dibarengi tanggung jawab, akurasi data, serta kepatuhan pada kode etik jurnalistik.

“Kritik pers bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk meluruskan. Ketika pers menjalankan fungsi kontrol dengan benar, itu justru membantu pembangunan berjalan lebih transparan dan akuntabel.” tutupnya.

Tantangan Ekonomi Media dan Independensi
Selain soal kebebasan pers, ia menyoroti tantangan ekonomi media yang kerap memengaruhi independensi pemberitaan.

Perubahan pola bisnis media akibat digitalisasi membuat banyak perusahaan pers harus beradaptasi cepat.

Ia berharap media tetap menjaga idealisme jurnalistik meski berada dalam tekanan bisnis.

“Kemandirian ekonomi media penting, tetapi independensi redaksi jauh lebih penting. Pers harus mampu menjaga jarak dari kepentingan yang berpotensi mengaburkan objektivitas pemberitaan.”

Dalam peringatan Hari Pers Nasional ini, Ketua Umum Redaksi Cakra Nusantara menyampaikan sejumlah harapan, Pers Indonesia tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan profesionalisme.

Media terus memperkuat literasi publik agar masyarakat lebih kritis terhadap informasi.
Insan pers berani menjaga independensi dan integritas, meski menghadapi tekanan.

Dunia pers mampu beradaptasi dengan teknologi digital tanpa meninggalkan kualitas jurnalistik.

Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk memperkuat solidaritas profesi dan menjaga marwah jurnalistik sebagai profesi yang bermartabat.

Pers sebagai Pilar Demokrasi
Menutup pernyataannya, ia menegaskan bahwa pers yang kuat, independen, dan profesional merupakan salah satu fondasi penting demokrasi yang sehat.

“Selamat Hari Pers Nasional untuk seluruh insan pers Indonesia. Tetaplah kritis, tajam, profesional, dan bertanggung jawab. Pers yang berintegritas adalah harapan masyarakat dan penjaga arah masa depan bangsa.”

Dengan semangat Hari Pers Nasional, diharapkan pers Indonesia terus berkembang menjadi institusi yang dipercaya publik, berani menyuarakan kebenaran, serta konsisten mengawal kepentingan rakyat di tengah berbagai tantangan zaman.

(Pimpinan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *