Air Mata Haru di Masjid An-Nur: Ketika Anak-anak Sebalong Memeluk Al-Qur’an

Pasuruan-Mcn online –

Terbit :Rabu 17 Desember 2025

Penulis :Abd Kholik /Redaksi

Masjid An-Nur Paiton pagi itu terasa berbeda. Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun pelan, menembus relung hati para jamaah yang memenuhi saf-saf masjid. Di barisan depan, puluhan anak berseragam rapi duduk dengan wajah berseri—sebagian menahan gugup, sebagian lain menahan haru. Sabtu, 14 Desember 2025, menjadi hari yang tak akan mudah dilupakan, khususnya bagi para orang tua mereka.

Hari itu, MTs Nurul Ulum Sebalong, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, menggelar Wisuda Tahfidz Al-Qur’an, sebuah prosesi sakral yang bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi perayaan atas ikhtiar panjang, kesabaran, dan doa yang tak pernah putus.

Doa Orang Tua yang Akhirnya Berbuah

Di antara para hadirin, tampak mata-mata yang berkaca-kaca. Bukan karena lelah, melainkan karena haru. Para orang tua menyaksikan anak-anak mereka berdiri di mimbar kehormatan, menyandang predikat hafidz dan hafidzah Al-Qur’an—sebuah pencapaian yang bagi sebagian keluarga terasa seperti mimpi yang menjadi nyata.

Sebanyak 40 peserta didik mengikuti wisuda tahun ini. Mereka telah melalui perjalanan panjang: menghafal ayat demi ayat, jatuh bangun menjaga hafalan, hingga menghadapi ujian tasmik yang menuntut ketekunan dan keistiqamahan. Ada yang menuntaskan hafalan tiga juz, beberapa juz, bahkan ada pula yang telah menyempurnakan hafalan 30 juz Al-Qur’an.

Bagi para orang tua, setiap ayat yang terlantun bukan sekadar hafalan, melainkan bukti bahwa anak-anak mereka tumbuh dalam lindungan nilai-nilai ilahi.

Lebih dari Sekadar Hafalan

Program Tahfidz di MTs Nurul Ulum Sebalong bukan hanya soal kemampuan mengingat. Di balik itu, madrasah menanamkan kedisiplinan, kesabaran, keikhlasan, dan adab. Nilai-nilai yang perlahan membentuk karakter anak—menjadi pribadi yang santun, rendah hati, dan berakhlakul karimah.

Selain Tahfidz, madrasah ini juga membekali peserta didik dengan program Entrepreneurship dan Public Speaking, sebagai bekal menghadapi masa depan tanpa kehilangan pijakan spiritual.

Harapan dari Pendidik

Kepala MTs Nurul Ulum Sebalong, Ustadz Sodikin, S.Pd, menyampaikan bahwa Wisuda Tahfidz merupakan bagian dari ikhtiar besar mencetak generasi Qur’ani yang unggul dan berkarakter.

Melalui Al-Qur’an, kami berharap anak-anak ini tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan tanggung jawab moral dalam kehidupan,” tuturnya.

Wisuda Tahfidz tahun ini menjadi angkatan ke-6, menandai konsistensi madrasah dalam menjaga tradisi pendidikan Al-Qur’an dari tahun ke tahun.

Momen yang Akan Selalu Dikenang

Prosesi ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi. Anak-anak berdiri di samping orang tua dan guru-guru mereka. Dalam satu bingkai foto, tersimpan kisah tentang pengorbanan, ketekunan, dan cinta yang tak terucap.

Bagi para orang tua, hari itu bukan sekadar melihat anak diwisuda. Itu adalah momen menyaksikan doa-doa yang mereka panjatkan dalam sujud panjang, kini perlahan dikabulkan. Dan bagi anak-anak itu, Al-Qur’an telah menjadi sahabat setia yang kelak menuntun langkah mereka, ke mana pun kehidupan membawa.(Liq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *