MAKI Jatim Ajak Masyarakat Gelar Doa Bersama untuk Mendiang Ojol Affan Kurniawan
Surabaya – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur (Jatim) mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk menggelar doa bersama bagi mendiang Affan Kurniawan, pengemudi Ojek Online (Ojol) yang meninggal dunia saat unjuk rasa di Jakarta. Ajakan ini berlaku untuk seluruh wilayah Jatim, mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa diikuti oleh semua masyarakat Jatim, baik di Kabupaten/Kota maupun di tingkat kecamatan, tidak ada masalah,” ujar Ketua MAKI Korwil Jatim, Heru Satriyo, usai mengikuti doa bersama di halaman Kantor Setdaprov Jatim, Minggu (31/8).
Doa bersama tersebut dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, ulama, ratusan warga, serta perwakilan pengemudi ojek online (ojol).
Heru Satriyo menilai bahwa doa bersama untuk almarhum Affan Kurniawan menjadi oase di tengah situasi yang panas akibat aksi demonstrasi yang anarkis selama dua hari terakhir. “Doa bersama ini menjadi kegiatan penyejuk di tengah panasnya suasana,” katanya.
Aksi demonstrasi hari kedua di Surabaya, Sabtu (30/8), diwarnai tindakan anarkis berupa perusakan, pembakaran, dan penjarahan. Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo menjadi salah satu sasaran amukan massa.
Berdasarkan pantauan awak Media , bagian barat Gedung Grahadi mengalami kerusakan parah akibat kebakaran, termasuk ruang kerja Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Kabiro Umum, Gudang Biro Umum, dan ruangan Kabag-kabag. Ruang wartawan juga menjadi sasaran penjarahan, dengan hilangnya sedikitnya 6 komputer.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Emil Elestianto Dardak, dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin telah meninjau lokasi Gedung Negara Grahadi yang dibakar pada Minggu siang. “Saya harap ini kejadian yang terakhir,” tegas Pangdam V/Brawijaya.
Gubernur Khofifah berjanji akan menyampaikan keluhan warga kepada anggota DPR agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan. Ia juga mengajak beberapa PKL untuk berjualan di Gedung Grahadi.(Edy)

