Suap Berkedok Hadiah? MAKI Bongkar Kasus Mobil Innova untuk Aktivis Demo

Surabaya, Jawa Timur – Kasus pemerasan yang melibatkan oknum aktivis di Jawa Timur pasca operasi tangkap tangan (OTT) oleh Subdit II Jatanras Direskrimum Polda Jatim, menyisakan cerita panjang. Dugaan kuat menyebutkan oknum tersebut, meskipun telah ditangkap, masih berkeliaran dan aktif di Jawa Timur.

Menurut penelusuran Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur, oknum aktivis ini sangat aktif melakukan aksi demonstrasi. Yang mengejutkan, ia diduga menerima hadiah berupa satu unit mobil Innova Zenit. Pemberian hadiah ini, menurut MAKI, bisa dijerat dengan pasal pemerasan, dengan mobil Innova Zenit sebagai barang bukti.

“Saya sangat terkejut mendengar informasi ini. Luar biasa, ada yang mendapat hadiah satu unit mobil Innova Zenit dari ‘seseorang’ agar aktivis tersebut berhenti berdemo,” ungkap Heru MAKI, Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur.

Heru menambahkan, MAKI sedang menguatkan penelusuran terkait pemberian mobil tersebut untuk mendapatkan alat bukti yang sah. Mobil Innova Zenit itu dikabarkan telah digadaikan, dan hal ini sedang ditelusuri lebih lanjut oleh bidang Litbang MAKI Jatim.

Maraknya aksi demo yang berakhir damai karena aktivis menerima “sesuatu” kini menjadi perbincangan hangat di kalangan aktivis Jawa Timur. MAKI News melaporkan, aktivis tersebut seringkali menggunakan surat dari lembaga yang terkesan “dadakan”, mengirimkan surat pemberitahuan aksi demo dengan berbagai tuduhan.

Tuduhan yang sering dilontarkan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim dan sekolah SMA/SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur umumnya terkait dugaan korupsi tanpa data valid, hanya berdasarkan dugaan dan asumsi sepihak.

Yang lebih memprihatinkan, banyak OPD Pemprov Jatim yang “menanggapi” dan melakukan “tawar-menawar”, yang berujung pada pemberian “sesuatu” sehingga aksi demo dibatalkan.

“Ini kesalahan OPD Pemprov Jatim. Seharusnya mereka meminta klarifikasi melalui PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), bukannya malah tawar-menawar. Jika OPD bingung, berarti tuduhan tersebut memang tidak salah,” jelas Heru MAKI.

MAKI Jatim akan melakukan penelusuran intensif terkait pemberian mobil Innova dari “seseorang” yang diduga petinggi di Pemprov Jatim. Anggaran pembelian mobil tersebut dipastikan bukan dari kocek pribadi, dan akan membuka kemungkinan adanya perilaku koruptif.

“Bayangkan, petinggi Pemprov Jatim diduga memberikan satu unit mobil Innova kepada pemimpin aktivis tersebut. Pertanyaannya, uang apa yang digunakan jika bukan uang gratifikasi atau suap? Ini yang akan kami telusuri lebih dalam,” pungkas Heru MAKI.Kepada awak media Jum.at 25 Juli 2025.di kediamannya.(Edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *