Desa Lego Kulon Terus Berbenah, Purwati Fokuskan Program Pemberdayaan dan Pembangunan Ekonomi

Ngawi || Cakranusantara.online –

Pemerintah Desa Lego Kulon, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi, terus berupaya melakukan terobosan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Purwati yang telah mengemban amanah selama tiga tahun, berbagai program strategis telah dirancang, tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan sektor pemberdayaan masyarakat dan ekonomi kerakyatan.

Sejak awal menjabat, Purwati dikenal sebagai pemimpin desa yang visioner dan dekat dengan masyarakat. Ia menyadari bahwa untuk membawa Desa Lego Kulon menuju desa yang mandiri dan berdaya saing, dibutuhkan kombinasi antara pembangunan fisik, pemberdayaan sumber daya manusia, dan pengelolaan potensi lokal yang ada.

Salah satu program yang saat ini tengah digencarkan adalah pelatihan batik dan pembuatan pupuk organik. Program ini melibatkan kaum perempuan yang disebut sebagai srikandi desa, serta warga yang memiliki minat di bidang pertanian.

Melalui program pelatihan batik, para perempuan desa tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi pada ekonomi keluarga. Sedangkan program pupuk organik menjadi langkah nyata pemerintah desa untuk mendorong pertanian berkelanjutan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

“Kami ingin masyarakat Desa Lego Kulon memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat. Batik bisa dikembangkan menjadi usaha kreatif yang memiliki nilai jual tinggi, sementara pupuk organik akan langsung membantu para petani agar hasil panen lebih berkualitas dan ramah lingkungan,” ungkap Purwati saat ditemui di Balai Desa, Kamis (11/9/2025).

Ia menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat, terutama kaum perempuan, menjadi salah satu fokusnya. Menurutnya, jika perempuan desa berdaya, maka ekonomi keluarga juga akan lebih stabil.

Memasuki tahun 2025, Purwati telah menyiapkan rencana pembangunan gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Gedung tersebut akan didirikan dengan menggunakan anggaran Dana Desa yang dialokasikan khusus untuk meningkatkan sektor ekonomi.

BUMDes ini difokuskan untuk menjalankan usaha di bidang pupuk, baik produksi maupun distribusi pupuk organik. Purwati meyakini, keberadaan BUMDes akan menjadi solusi bagi kebutuhan petani yang kerap kesulitan mendapatkan pupuk, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi desa.

“BUMDes nanti tidak sekadar bangunan, tetapi menjadi pusat kegiatan ekonomi desa. Fokus utamanya adalah memenuhi kebutuhan pupuk petani dengan harga terjangkau, sekaligus menjadi wadah usaha bersama yang bisa memberikan pemasukan bagi desa dan membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.

Program-program yang dijalankan pemerintah Desa Lego Kulon mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para srikandi desa yang aktif mengikuti pelatihan batik merasa mendapatkan peluang untuk meningkatkan taraf hidup keluarga.

“Saya sangat berterima kasih kepada Ibu Kades. Pelatihan batik ini membuka wawasan kami. Saya berharap ke depan bisa memproduksi batik khas Lego Kulon yang bisa dikenal di luar desa. Semoga juga ada dukungan pemasaran dari pemerintah desa.” jelas S ( 45 ) yang mengikuti pelatihan.

Sementara itu, petani setempat juga menaruh harapan besar terhadap pembangunan BUMDes. Sunaryo (52), seorang petani padi asal Dusun Krajan, menyebut langkah ini sangat ditunggu-tunggu.

“Petani sering mengeluh karena pupuk susah didapat dan harganya mahal. Kalau nanti ada BUMDes yang fokus menyediakan pupuk organik, itu sangat membantu. Kami para petani jadi lebih mudah, biaya lebih ringan, dan hasil pertanian bisa meningkat.”

Keberhasilan pembangunan dan program pemberdayaan di Desa Lego Kulon, menurut Purwati, tidak lepas dari dukungan semua pihak, mulai dari perangkat desa, kelompok tani, PKK, karang taruna, hingga masyarakat umum.

“Pembangunan tidak bisa berhasil kalau hanya dikerjakan oleh pemerintah desa. Kami butuh partisipasi aktif masyarakat. Alhamdulillah, di Desa Lego Kulon, semangat gotong royong masih kuat, sehingga setiap program bisa berjalan lancar,” tegas Purwati.

Selain pembangunan gedung BUMDes, pemerintah desa juga berencana meningkatkan sarana jalan lingkungan, fasilitas umum, serta memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan. Semua itu, menurut Purwati, dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan prioritas masyarakat.

Dengan adanya pelatihan batik, pembuatan pupuk organik, serta pembangunan BUMDes, Desa Lego Kulon kini semakin optimistis menjadi desa yang mandiri dan berdaya saing. Ke depan, desa ini tidak hanya dikenal sebagai desa pertanian, tetapi juga desa yang memiliki produk unggulan dan sistem ekonomi yang solid.

> “Kami ingin Desa Lego Kulon menjadi contoh desa yang maju, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pemberdayaan masyarakat. Semua program ini kami jalankan dengan niat tulus untuk kesejahteraan bersama.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *