PASAR JARWO DITUTUP, ANGGARAN MASIH GELAP: JANGAN BIARKAN KESEJAHTERAAN PEDAGANG DIKORBANKAN DEMI PROYEK BESAR

OPINI PUBLIK — SERI 5
Jangan Sampai Penutupan Pasar Jarwo Hanya Jalan Pintas Menuju Proyek Fisik Beranggaran Besar
Sementara kesejahteraan pedagang kecil — alasan yang digaungkan sejak awal — tertinggal di belakang.

FORMAT Pasuruan mengingatkan: jangan sampai penutupan Pasar Jarwo ini pada akhirnya hanya menjadi jalan pintas menuju proyek fisik beranggaran besar, sementara kesejahteraan pedagang kecil — alasan yang digaungkan sejak awal — tertinggal di belakang.

1. menunggu proyek diketuk lewat tender.
2. Menjelaskan sumber pendanaan — APBD murni, DAK, atau skema lain — sebelum anggaran ditetapkan secara resmi.
Memastikan proses tender nantinya diumumkan terbuka lewat LPSE, bukan
Pujasera Jarwo sudah ditutup. Kios sudah diamankan, gembok sudah diganti, pagar bambu sudah berdiri. Satu hal yang pasti: tidak mungkin pemerintah membongkar dan menutup total tanpa rencana membangun ulang di baliknya. Logikanya sederhana — orang tidak menutup pasar untuk dibiarkan kosong selamanya.

Pertanyaannya bukan lagi apakah akan ada proyek pembangunan ulang. Pertanyaannya: seberapa besar proyek itu, dan kenapa sampai hari ini publik belum diberi tahu satu angka pun?

Semakin Besar Proyeknya, Semakin Besar Hak Publik untuk Tahu
Kalau benar proyek ini akan menghadirkan konsep baru, sinergi dengan kawasan industri, dan melibatkan tim appraisal, Inspektorat, serta Badan Keuangan Daerah seperti yang sudah disampaikan pemerintah sendiri — maka wajar bila publik menduga angkanya tidak kecil. Proyek sekelas itu biasanya bukan proyek recehan.

FORMAT Pasuruan tidak menyatakan angkanya pasti fantastis, karena kami belum pernah melihat RAB atau HPS resminya. Tapi justru itu masalahnya: kalau memang angkanya besar, kenapa harus ditutup-tutupi sejak sekarang? Semakin besar proyeknya, semakin besar pula hak publik untuk mengawasinya sejak tahap perencanaan — bukan setelah kontraktor dipilih dan uang sudah mulai dibelanjakan.
Bongkar Dulu, Rencana Menyusul — Ini Pola yang Berbahaya

Kalau pola yang terjadi adalah bongkar dulu, baru rencana disusun belakangan, maka publik kehilangan kesempatan paling penting untuk mengawasi: tahap perencanaan itu sendiri. Begitu proyek sudah jalan, papan nama sudah berdiri, dan kontraktor sudah bekerja, protes publik biasanya sudah terlambat untuk mengubah apa pun.

FORMAT Pasuruan Mendesak Pemerintah Kabupaten Pasuruan
1. Mengumumkan sejak sekarang apakah sudah ada estimasi nilai proyek pembangunan ulang Pujasera Jarwo, sekasar apa pun estimasi itu.
2. Membuka rencana desain (DED) begitu selesai disusun, tanpa
3. lewat mekanisme yang minim pengawasan publik.
Kalau memang proyek ini murni untuk kesejahteraan rakyat, tidak ada alasan menyembunyikan angkanya. Justru pemerintah yang percaya diri dengan proyeknya akan lebih dulu membuka datanya ke publik — bukan menunggu ditagih terus-menerus.

Kalau benar proyek ini fantastis, biarkan publik yang menilai — bukan pemerintah yang menyembunyikannya sampai semua sudah menjadi barang jadi. FORMAT Pasuruan akan terus mengawal, dari angka pertama yang dianggarkan sampai batu bata terakhir yang dipasang.

Pasuruan, 6 Juli 2026
FORMAT Pasuruan
Ismail Makky, SE. SH, MM.
Ketua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *