Air Laut Kembali Masuk Pemukiman Tambaan, Warga Harap Penanganan Serius Pemkot
KOTA PASURUAN – Fenomena banjir rob kembali melanda pemukiman warga di wilayah Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Luapan air laut yang masuk ke kampung halaman warga ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama mobilitas kerja masyarakat setempat.(17 mei 2026)
Menurut kesaksian sejumlah warga, air mulai naik dan menggenangi jalanan hingga masuk ke pelataran rumah saat memasuki jam-jam sibuk.
Kondisi ini membuat warga kesulitan untuk berangkat kerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi mereka secara normal.
”Kami tidak hanya pusing karena rumah kebanjiran, tapi juga was-was. Setiap kali rob datang,pasti ada saja ular atau binatang berbisa yang ikut naik ke jalan. Mau beraktifitas jadi takut dan harus ekstra hati-hati,kami sangat berharap ada penangan serius dari pihak pemkot” ungkap salah satu warga setempat
Ancaman keselamatan ini membuat warga mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Pasuruan untuk segera turun tangan. Masalah rob yang terkesan menjadi pekerjaan rumah (PR) menahun ini diharapkan tidak lagi dibiarkan tanpa solusi konkret yang permanen.
Masyarakat menilai, penanganan infrastruktur yang tepat sangat dibutuhkan agar wilayah mereka tidak terus-menerus menjadi langganan banjir rob.
Beberapa solusi yang diharapkan warga di wilayah pantura yg dekat sama laut
Peninggian dan perbaikan tanggul di sepanjang garis pantai atau sungai yang berbatasan langsung dengan pemukiman.
Optimalisasi sistem drainase dan pembuatan pintu air otomatis agar air laut tidak mudah masuk ke area kampung.
Berharap Aktivitas Kerja Tidak Terganggu
Warga menegaskan bahwa mereka tidak ingin produktivitas dan roda perekonomian di wilayah Kelurahan Tambaan lumpuh setiap kali air laut pasang.
Oleh karena itu, sinergi antara dinas terkait, seperti Dinas PUPR dan BPBD Kota Pasuruan, sangat dinantikan untuk mengatasi permasalahan ini.
Hingga berita ini diturunkan, warga tetap bersiaga sambil berharap pihak Pemkot Pasuruan segera merealisasikan pembangunan infrastruktur penahan rob demi kenyamanan dan kelancaran aktivitas kerja masyarakat Tambaan.(irfan)
sniper86. com PASURUAN – Fenomena banjir rob kembali melanda pemukiman warga di wilayah Kelurahan Tambaan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.
Luapan air laut yang masuk ke kampung halaman warga ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama mobilitas kerja masyarakat setempat.(17 mei 2026)
Menurut kesaksian sejumlah warga, air mulai naik dan menggenangi jalanan hingga masuk ke pelataran rumah saat memasuki jam-jam sibuk.
Kondisi ini membuat warga kesulitan untuk berangkat kerja, bersekolah, maupun menjalankan aktivitas ekonomi mereka secara normal.
”Kami tidak hanya pusing karena rumah kebanjiran, tapi juga was-was. Setiap kali rob datang,pasti ada saja ular atau binatang berbisa yang ikut naik ke jalan. Mau beraktifitas jadi takut dan harus ekstra hati-hati,kami sangat berharap ada penangan serius dari pihak pemkot” ungkap salah satu warga setempat
Ancaman keselamatan ini membuat warga mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Pasuruan untuk segera turun tangan. Masalah rob yang terkesan menjadi pekerjaan rumah (PR) menahun ini diharapkan tidak lagi dibiarkan tanpa solusi konkret yang permanen.
Masyarakat menilai, penanganan infrastruktur yang tepat sangat dibutuhkan agar wilayah mereka tidak terus-menerus menjadi langganan banjir rob.
Beberapa solusi yang diharapkan warga di wilayah pantura yg dekat sama laut
Peninggian dan perbaikan tanggul di sepanjang garis pantai atau sungai yang berbatasan langsung dengan pemukiman.
Optimalisasi sistem drainase dan pembuatan pintu air otomatis agar air laut tidak mudah masuk ke area kampung.
Berharap Aktivitas Kerja Tidak Terganggu
Warga menegaskan bahwa mereka tidak ingin produktivitas dan roda perekonomian di wilayah Kelurahan Tambaan lumpuh setiap kali air laut pasang.
Oleh karena itu, sinergi antara dinas terkait, seperti Dinas PUPR dan BPBD Kota Pasuruan, sangat dinantikan untuk mengatasi permasalahan ini.
Hingga berita ini diturunkan, warga tetap bersiaga sambil berharap pihak Pemkot Pasuruan segera merealisasikan pembangunan infrastruktur penahan rob demi kenyamanan dan kelancaran aktivitas kerja masyarakat Tambaan.

