Dugaan Mark Up DD 2025 Desa Trayang, Program Ketahanan Pangan BUMDes Tak Terlihat, Kades Bungkam Saat Dikonfirmasi..? Masyarakat Butuh Sosok Kades Yang Bertanggung Jawab

Nganjuk – //Cakranusantara.online – Pengelolaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 di Desa Trayang, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, menjadi sorotan publik. Sejumlah warga menduga adanya mark up anggaran dalam realisasi beberapa kegiatan yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2025 tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, terdapat ketidaksesuaian antara nilai anggaran yang tercantum dengan realisasi kegiatan di lapangan. Beberapa item kegiatan disebut tidak menunjukkan hasil yang sebanding dengan besarnya Dana yang dialokasikan.

Sorotan juga mengarah pada program ketahanan pangan yang dikelola oleh BUMDes Desa Trayang. Program tersebut diketahui mengalokasikan sekitar 20℅ persen dari total Dana Desa 2025. Namun hingga kini, warga mengaku belum menemukan kegiatan nyata dari program tersebut.

“Anggarannya katanya ada, bahkan cukup besar. Tapi kegiatannya belum terlihat jelas di Desa,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan pada hari Selasa (24/02/2026).

Program ketahanan pangan sendiri merupakan salah satu prioritas penggunaan Dana Desa yang diatur pemerintah pusat, dengan tujuan memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pangan.

Saat dikonfirmasi terkait dugaan mark up anggaran dan tidak terlihatnya realisasi program ketahanan pangan, Kepala Desa Trayang, Setyo Budi, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan hingga berita ini diturunkan belum membuahkan respons.

Masyarakat berharap pemerintah Desa segera memberikan klarifikasi secara terbuka guna menghindari spekulasi dan menjaga kepercayaan publik. Selain itu, warga juga meminta instansi terkait, termasuk pihak kecamatan dan inspektorat kabupaten, melakukan evaluasi atau audit apabila memang ditemukan indikasi penyimpangan.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Desa Trayang maupun dari kades Setyo Budi terkait dugaan tersebut belum ada penjelasan. (Alex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *