Komitmen Bangun Keluarga Berkualitas, Pemkab Pasuruan Terima Penghargaan Kemendukbangga/BKKBN

Pasuruan – Pemkab Pasuruan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.  Berkat komitmen memperkuat pembangunan keluarga melalui berbagai program inovatif, Pemkab Pasuruan menerima penghargaan dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga atau BKKBN).

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan Kabupaten Pasuruan dalam mendukung dan mengimplementasikan program prioritas nasional, meliputi TAMASYA, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI),

SIDAYA, GENTING, serta MBG sasaran 3B.
Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 yang digelar di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (5/8/2026).

Penghargaan diterima langsung oleh Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini konsisten memperkuat pembangunan keluarga hingga tingkat desa.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik, tetapi juga ditentukan oleh kualitas keluarga sebagai fondasi utama masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas keluarga. Semua ini merupakan hasil kerja sama pemerintah daerah, kader, hingga masyarakat,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Mas Rusdi, sapaan akrabnya juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

Menurutnya, kehadiran orang tua tidak cukup hanya secara fisik, tetapi juga harus diwujudkan melalui kedekatan emosional, komunikasi yang hangat, serta kemampuan mengikuti perkembangan anak.

“Jangan sampai orang tua kalah sama anak. Orang tua sekarang harus adaptif dan mampu menyesuaikan diri dengan kebiasaan anak,” katanya.

Ia menambahkan, peran ayah dan ibu memiliki porsi yang sama penting dalam keluarga.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga membangun kedekatan psikologis yang menjadi bekal anak menghadapi tantangan kehidupan.

Ia mengungkapkan, keterlibatan ayah dalam pengasuhan masih menjadi pekerjaan rumah.
Berdasarkan data yang disampaikannya, partisipasi ayah di Jawa Timur baru mencapai sekitar 23 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *