“Krisis LPG 3 Kg: Gagalnya Pengawasan atau Permainan Lama?”
Pasuruan,11-4-2026
Masalah kelangkaan LPG 3 kg pada April 2026 kembali mencuat di beberapa wilayah Indonesia, terutama di Jawa Timur, Kelangkaan ini telah menyebabkan antrean panjang warga dan kenaikan harga di tingkat pengecer yang mencapai Rp22.000 per tabung dari harga normal sekitar Rp18.000.
Berkaiitan dengan masalah tersebut Ketua Forum Rembuk Masyarakat Pasuruan FORMAT Ismail Makky mengatakan ” Faktor utama penyebab kelangkaan saat ini adalah Lonjakan permintaan masyarakat dan pelaku UMKM selama masa libur Lebaran 2026 menjadi pemicu utama menipisnya stok di pangkalan, Keterlambatan Distribusi dan Faktor Eksternal Global gangguan pada jalur energi global di kawasan Teluk (seperti Selat Hormuz) turut memberikan tekanan pada stabilitas pasokan energi nasional ” ujarnya
selain itu adanya Masalah Struktural & Kebijakan yaitu Selisih harga yang sangat jauh antara LPG 3 kg subsidi dan LPG non-subsidi (12 kg) memicu migrasi konsumen kelas menengah ke gas melon. Dan Kebijakan pemerintah yang melarang penjualan LPG 3 kg di tingkat pengecer untuk mencegah permainan harga justru sempat memicu munculnya pasar gelap di beberapa daerah.
Pemerintah dan Pertamina telah harus segera melakukan Operasi Pasar dan memperketat pengawasan bersama kepolisian untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan menormalkan kembali harga di masyarakat serta penindakan terhadap praktek curang seperti penimbunan dan pengoplosan LPG 3 kg” tambahnya

