Proyek Pembangunan Jalan Rabat Beton Desa Tugu Diduga Tak Sesuai RAB, Mutu Dipertanyakan
Lamongan – //Cakranusantara.online – Pembangunan jalan rabat beton yang dibiayai dari Bantuan Keuangan Dana Desa (DD) Tahun 2025 Desa Tugu Kecamatan Mantup Kabupaten Lamongan, menuai sorotan. Proyek dengan nilai anggaran mencapai Rp 165.925.000._ tersebut diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), khususnya pada spesifikasi yang dilapangan.
Hasil investigasi tim investigasi media dan Lsm di lapangan menemukan adanya dugaan penyimpangan pada penggunaan material besi wiremesh. Dalam pelaksanaan proyek diduga TPK Desa Tugu menggunakan campuran besi dibawah wiremesh ukuran 8mm.
Tak hanya itu, hasil pengukuran menggunakan alat ukur menunjukkan ketidaksesuaian diameter besi dengan standar yang seharusnya digunakan. Untuk besi wiremesh polos yang diklaim berukuran 8 mm, saat dilakukan pengukuran ditemukan variasi ukuran mulai dari 6,5 mm, 6,6 mm, 6,7 mm, 6,8 mm hingga 7,8 mm. yang artinya sudah sesuai spesifikasi.
Saat dikonfirmasi terkait penggunaan besi wiremesh polos Kepala Desa Tugu tidak ada di kantor Desa pada hari Kamis (08/01/2026), saat salah satu Tim investigasi media mencoba menayakan atau konfirmasi ke sekdes Tugu tapi na’as sekdes Tugu tidak memberikan keterangan pada awak media dan disuruh terkait itu langsung tanya ke pak kades aja. ” Ujar sekdes Tugu.
Namun, pernyataan Sekdes tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, sebagai Sekdes sebenarnya berhak dan wajib mengasih keterangan kepada siapa sajam
Jawaban tersebut memunculkan dugaan lemahnya pengawasan serta potensi pelanggaran dalam pengelolaan anggaran negara di tingkat desa. Publik pun mempertanyakan mekanisme pengendalian mutu proyek serta tanggung jawab pihak-pihak terkait, mulai dari pemerintah desa Dan penyedia barang.
Lebih lanjut pentolan Dari LSM Gempar Sebut saja Bang Tio iya menambahkan, praktik seperti ini berisiko besar terhadap kekuatan dan umur teknis bangunan.
“Dalam jangka panjang, kualitas jalan rabat beton bisa menurun. Kerusakan bisa muncul lebih cepat dan pada akhirnya justru merugikan masyarakat sebagai pengguna,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kades Tugu maupun Pemdes Tugu maupun instansi terkait di tingkat kabupaten. Tim media akan terus melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan apakah dugaan ketidaksesuaian spesifikasi ini berpotensi merugikan keuangan negara serta berdampak pada kualitas dan ketahanan bangunan jalan rabat beton tersebut. (Red)

