UPT SD Negeri Bumirejo 03 Blitar Membangun Sekolah Inovatif Lingkungan Hidup Melalui Dana Revitalisasi dari APBN 2025
Blitar, Cakranusantara.online. 10/11/2025 UPT SD Negeri Bumirejo 03 yang berlokasi di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, tengah menjalani program revitalisasi satuan pendidikan dengan dukungan dana sebesar Rp978.731.643. Anggaran tersebut bersumber dari APBN Tahun 2025 melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dasmen), Kementerian Pendidikan.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan revitalisasi dijadwalkan berlangsung mulai 1 September hingga 31 Desember 2025. Pelaksana kegiatan adalah Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) UPT SD Negeri Bumirejo 03.
Kepala UPT SD Negeri Bumirej0 03, Endang Setyaningsih, S.Pd., M.Pd., membenarkan adanya bantuan tersebut. “Benar, UPT SD Negeri Bumirejo 03 menerima bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen melalui APBN 2025. Usulan sudah kami ajukan sejak tahun 2023 melalui pendataan Dapodik, dan alhamdulillah baru terealisasi tahun ini,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Endang menjelaskan bahwa pengajuan rehabilitasi bangunan sekolah dilakukan melalui berbagai upaya, terutama setelah sekolah terdampak bencana longsor pada Desember 2024. Kejadian tersebut telah dilaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan mendapat asesmen resmi. “BPBD telah mengeluarkan nota dinas terkait kondisi kebahayaan bangunan sekolah, yang menjadi dasar kuat dalam pengajuan bantuan revitalisasi melalui sekolah terdampak bencana ke Kemendikdasmen,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan proyek, pihak sekolah juga memberdayakan masyarakat sekitar. Tenaga kerja yang dilibatkan berasal dari kalangan wali murid dan tukang bangunan di wilayah Dusun Sukorejo. “Kami ingin program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan layanan pendidikan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar sekolah,” ujar Endang.
Ia menegaskan bahwa transparansi dan kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Kami menggunakan bahan baku berkualitas. Jika ada ketidaksesuaian kualitas barang dari toko di SIPlah, kami ajukan keberatan dan minta penggantian. Semua pekerja juga telah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Koordinasi rutin dilakukan bersama P2SP, konsultan, dan pengawas proyek guna memastikan pembangunan berjalan sesuai pedoman teknis. “Kami ingin hasil bangunan yang kokoh dan layak untuk mendukung kegiatan belajar mengajar sampai 10 hingga 20 tahun kedepan,” pungkas Endang.
Program revitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan dasar. Namun, sejumlah pihak menyoroti pentingnya pengawasan ketat agar pembangunan sesuai spesifikasi dan penggunaan anggaran dilakukan secara transparan.
Pengamat pendidikan Blitar, Eko S., menekankan perlunya keterlibatan aktif masyarakat, termasuk komite sekolah, tokoh desa, dan lembaga kontrol sosial.
“Partisipasi publik penting untuk mencegah penyimpangan, baik dari segi kualitas bangunan maupun penggunaan dana,” ujarnya.
Revitalisasi UPT SD Negeri Bumirejo 03 diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan baru yang aman dan nyaman, tetapi juga mampu menunjang peningkatan mutu pembelajaran. Fasilitas yang lebih layak diyakini dapat memberikan kenyamanan bagi siswa dan guru, serta mendorong pencapaian prestasi akademik maupun non-akademik termasuk mendukung sarana dan prasarana layak serta memiliki inovasi lingkungan hidup.
Pembangunan sekolah dirancang oleh perencana menjadi sekolah tahan banjir dan longsor karena memiliki kolam ikan air mengalir sedalam 40 x 40 cm di sekeliling sekolah untuk mengurangi debit air di saat hujan sekaligus untuk menurunkan suhu lingkungan di musim kemarau. Hal ini selaras dengan Program Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) di SD Negeri Bumirejo 03 yang akan menuju Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun 2026,
Dengan anggaran yang cukup besar, masyarakat menantikan hasil nyata dari program ini, sembari berharap tidak muncul kendala teknis maupun administratif yang dapat merugikan dunia pendidikan di Blitar. (GaN)

