KALAU ORANG DEKAT MENGALAHKAN ORANG TERBAIK, MASIH ADAKAH MASA DEPAN ASN PASURUAN?

KASIHAN ASN PASURUAN:
JANGAN SAMPAI PRESTASI KALAH OLEH KEDEKATAN
Kalau Orang Terbaik Terus Dipinggirkan, Siapa yang Dirugikan?
Pada akhirnya, ini bukan hanya soal siapa yang menjadi camat. Bukan hanya soal siapa yang menjadi Sekcam. Bukan hanya soal siapa yang mendapat promosi. Bukan hanya soal siapa yang dipindah. Dan bukan hanya soal siapa yang harus merangkap jabatan.
Ini soal masa depan ASN Kabupaten Pasuruan.
Kasihan ASN yang setiap hari bekerja keras. Kasihan ASN yang pulang malam karena menyelesaikan pekerjaan. Kasihan ASN yang terus belajar. Kasihan ASN yang meningkatkan kompetensi. Kasihan ASN yang menjaga integritas. Kasihan ASN yang tidak punya “orang dekat”, tetapi punya kemampuan.
Mereka hanya ingin percaya bahwa kerja keras masih memiliki nilai. Mereka ingin percaya bahwa prestasi masih dihargai. Mereka ingin percaya bahwa kemampuan masih menjadi jalan menuju karier. Mereka ingin percaya bahwa ketika ada jabatan kosong, yang dicari adalah orang terbaik, bukan sekadar orang yang dianggap paling dekat.
Sekarang Tinggal Satu Hal
Pemkab Pasuruan sendiri mengatakan sistem merit harus memastikan penempatan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja. Bupati Pasuruan juga menegaskan bahwa penempatan pejabat harus sesuai kemampuan dan bidang keahliannya, serta menyatakan pengisian jabatan kosong akan mempertimbangkan sistem merit dan keterhubungan dengan BKN.
Biarkan praktiknya membuktikan pernyataannya.
Kalau memang ASN terbaik sudah ditempatkan di tempat terbaik, masyarakat akan mendukung. Kalau memang promosi dilakukan berdasarkan kompetensi, tunjukkan. Kalau memang mutasi berdasarkan kebutuhan organisasi, jelaskan. Kalau memang seseorang dipilih karena paling layak, tidak perlu takut menjelaskan alasannya.
Karena transparansi bukan ancaman. Transparansi adalah cara membangun kepercayaan.
Jangan sampai ASN Pasuruan akhirnya berpikir: “Buat apa saya berprestasi kalau prestasi bukan penentu karier?”
Jangan sampai orang-orang terbaik memilih diam. Jangan sampai ASN yang kompeten merasa tidak punya masa depan. Dan jangan sampai birokrasi kehilangan orang-orang terbaiknya hanya karena mereka merasa sistem tidak lagi berpihak kepada kemampuan.
Karena kalau ASN terbaik kehilangan harapan, masyarakat juga yang akan merasakan akibatnya.
Pasuruan tidak kekurangan orang pintar.
Tidak kekurangan ASN yang berpengalaman. Tidak kekurangan ASN yang berprestasi.
Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk menempatkan mereka secara adil dan tepat.
Bukan berdasarkan kedekatan. Bukan berdasarkan selera. Bukan berdasarkan kepentingan.
Tetapi berdasarkan:
Kompetensi. Kinerja. Prestasi. Rekam jejak. Integritas.
Itulah makna sebenarnya dari manajemen talenta. Bukan sekadar punya aplikasi. Bukan sekadar punya aturan. Bukan sekadar punya sistem.
Tetapi memastikan orang terbaik tidak terpinggirkan.
Karena pada akhirnya, ada satu pertanyaan yang tidak bisa dihindari:
Apa yang akan terjadi pada birokrasi Pasuruan jika orang-orang terbaik mulai kehilangan harapan?
Mereka tidak meminta semua orang diberi jabatan. Mereka hanya ingin satu hal: kesempatan yang adil.
Dan kepada para ASN Kabupaten Pasuruan yang selama ini bekerja dengan baik: jangan kehilangan harapan. Masyarakat membutuhkan Anda. Pasuruan membutuhkan Anda.
Tetapi pemerintah juga harus memastikan bahwa kerja keras Anda tidak menjadi sia-sia hanya karena Anda tidak memiliki “orang dekat”.
Sebab birokrasi yang sehat bukan birokrasi yang membuat ASN takut. Birokrasi yang sehat adalah birokrasi yang membuat ASN percaya bahwa kemampuan, kerja keras, dan integritas masih punya masa depan.
Dan kalau keyakinan itu hilang, yang kehilangan bukan hanya ASN.
Masyarakatlah yang akhirnya membayar harganya.
FORMAT PASURUAN — Forum Rembuk Masyarakat Pasuruan
Ismail Makky, SE. SH., MM. — Ketua
