Pedagang Kelereran di Pasar Karangketug, Wagub LIRA Jatim: Jangan 3D (Diam, Duduk, Duwet), Rakyat Butuh Tindakan!

PASURUAN – Kondisi memprihatinkan yang dialami pedagang kecil di Pasar Karangketug, Kota Pasuruan, kembali memantik kritik keras. Wagub (LIRA) Jawa Timur, Ayik Suhaya, SH, menilai pemerintah daerah telah gagal memberikan perlindungan dan fasilitas layak kepada para pedagang yang selama puluhan tahun menjadi penopang ekonomi rakyat.
Dalam inspeksi mendadak yang dilakukan di Pasar Karangketug, Ayik menemukan sejumlah pedagang masih harus berjualan di lapak yang jauh dari kata layak. Mereka harus menghadapi terik matahari, hujan, hingga kondisi lingkungan yang dinilai tidak manusiawi meski telah puluhan tahun mencari nafkah di lokasi tersebut.Minggu (21/06/2026)
“Ini sangat memprihatinkan. Mereka bukan pedagang baru atau pedagang liar. Mereka Sudah 5 tahun Ada Juga yang 7 tahun menghidupi keluarganya dari pasar ini. Namun sampai hari ini masih dibiarkan berjualan tanpa fasilitas yang memadai. Ini bentuk kelalaian yang tidak bisa dibenarkan,” tegas Ayik.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil. Ia menilai berbagai program pembangunan yang selama ini digembar-gemborkan belum menyentuh persoalan mendasar yang dihadapi para pedagang pasar tradisional.
“Jangan hanya sibuk bicara penataan dan aturan. Lihat langsung penderitaan pedagang. Mereka butuh tempat usaha yang aman, nyaman, dan layak. Kalau setelah 20 tahun kondisinya masih seperti ini, lalu di mana peran pemerintah?” ujarnya.
Ayik bahkan melontarkan kritik pedas kepada jajaran pejabat terkait, mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, DPRD, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), hingga pengelola pasar yang dinilai belum mampu menghadirkan solusi nyata.
“Kalau tidak mampu menyelesaikan persoalan rakyat, lebih baik evaluasi diri. Jangan sampai pejabat hanya menjadi simbol kekuasaan tanpa kerja nyata. Rakyat tidak butuh pencitraan dan seremoni, Jangan 3D Diam,Duduk,Duwet tok, rakyat membutuhkan tindakan,” Ujarya Ayik
Ia menegaskan, keberadaan pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi ekonomi, melainkan ruang hidup bagi ribuan masyarakat kecil. Karena itu, pemerintah wajib memastikan para pedagang mendapatkan haknya untuk berusaha secara layak dan manusiawi.
“Kondisi pasar yang semrawut dan minim fasilitas bukan hanya merugikan pedagang, tetapi juga mempermalukan wajah Kota Pasuruan. Jangan sampai pedagang terus dijadikan objek penertiban, sementara hak mereka untuk mendapatkan tempat usaha yang layak justru diabaikan,” tandasnya.
Sidak yang dilakukan Wagub LIRA Jawa Timur tersebut menjadi alarm keras bagi Pemerintah Kota Pasuruan agar tidak lagi menutup mata terhadap nasib pedagang Pasar Karangketug.
Sebab ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari megahnya gedung atau besarnya proyek, tetapi dari sejauh mana pemerintah hadir dan berpihak kepada rakyat kecil yang setiap hari menggerakkan roda perekonomian daerah.
Muhammad Zainul Arifin atau yang akrab disapa Jidor, juga menyoroti kondisi pedagang di Pasar Karangketug yang dinilainya belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Menurut Zainul, Wakil Wali Kota Pasuruan harus menunjukkan keberpihakan yang nyata kepada rakyat kecil, khususnya para pedagang pasar yang selama ini menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Ia menilai, apabila pemerintah daerah tidak memiliki komitmen yang jelas untuk membenahi pasar dan meningkatkan kesejahteraan para pedagang, maka hal tersebut menunjukkan kegagalan dalam menjalankan amanah rakyat.
Jidor menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan pemimpin yang bekerja nyata, bukan sekadar memberikan janji. Menurutnya, keberhasilan pemerintah daerah harus diukur dari sejauh mana mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menciptakan kondisi ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat kecil.”Pungkasnya.
